PEMALANG JATENG, [MR] – Pembangunan jembatan di Desa Kalisaleh Kecamatan Belik mendapatkan protes keras dari warga sekitar. Pasalnya, pembangunan jembatan tersebut terindikasi dan diduga kuat banyak menggunakan material lama [bekas]. Siang itu, rabu [01\09] beberapa warga langsung terjun ke lokasi untuk mengecek kebenarannya dan langsung berkoordinasi dengan pihak CV. Guna Perkasa, selaku pelaksana pekerjaan.Melalui Eguh yang notabene mengaku sebagai perwakilan CV. GP atau mandor, langsung memberikan penjelasan dengan mengeluarkan gambar kerja sebagai dasar jawaban kepada pihak warga. “Besi baru sama yang lama memang tak masukkan juga, karena memang dipembesian itu ada”. Sambil menunjukkan gambar tersebut kepada pihak warga.
Ironisnya, lanjut Eguh, bahwa pemakaian besi bekas pada proyek jembatan tersebut malah dianjurkan dan diperbolehkan. “Memang dianjurkan, memang kalau yang masih bagus yang layak pakai yang dipakai, kalau yang nggak yo nggak”. Paparnya, sambil tersenyum.
Namun demikian, pihak warga bersikeras kepada pihak pemborong untuk melepaskan material yang lama, utamanya besi. “Mohonlah, jangan dipasang [besi-red] kalau bisa”. Pinta WT salah satu warga sekitar.
Jika masih menggunakan besi lama, masih kata WT, dikhawatirkan besi tersebut sudah lapuk atau keropos. Mengingat besi lama tersebut sudah terpasang di jembatan sejak tahun 1992. Itu artinya, sudah sekitar hampir 30 tahun yang lalu. Belum lagi permasalahan pondasi pada jembatan tersebut yang menurut WT Cs masih menggunakan pondasi lama. “Itu kok pondasinya kok ga digalii, justru malah numpang”. Tegasnya.Setelah itu, saat awak media masih berada di lokasi, terpantau para pekerja mulai melepaskan besi-besi bekas tersebut dan terlihat diganti dengan yang baru.
Sementara itu, Bejo Utomo selaku kepala desa Kalisaleh saat dikonfirmasi memberikan keterangan terkait sumber dana tersebut “Jadi dananya dana APBD lewat DPU terus ke CV”. Paparnya, saat ditemui di kediamannya.
Saat disinggung terkait sumber dana proyek tersebut, Utomo menjelaskan lebih lanjut, bahwa, proyek tersebut satu paket ada 3 [tiga] perkerjaan, yaitu: Perkerjaan talud, jembatan dan pengaspalan jalan. Yang total anggaran semuanya adalah sekitar 200 juta. “Jadi waktu survey awal [DPU-red] itu menyatakan pokirnya DPRD Kabupaten [Pemalang-red] Pak Indiarto”. Sambungnya. [SatriyoAdie\Iwan]
