Lampung Barat, (MR)
Tangis haru kebahagiaan tak dapat disembunyikan anak didik SMK Negeri 1 Waytenong, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) saat berjabat tangan (sungkem) dengan dewan guru yang dikomandoi langsung oleh Kepsek Drs Tukimin, M.Pd., pada acara temu pamit 244 siswa kelas XII dilingkungan sekolah tersebut yang telah menyelesaikan tahapan akhir pendidikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Dalam acara itu, turut hadir Kepala Dinas pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Drs Nukman, M.M., jajaran Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Waytenong, komite dan para orang tua wali murid kelas XII, sehingga swasana perpisahan terlihat meriah.
Dalam sambutannya Nukman sedikit mengulas riwayat SMK itu, dimana dengan usianya saat ini sekitar 11 tahun, keberhasilan yang sudah diraih cukup memuaskan pemerintah. “Awalnya SMK ini adalah SMK Satu Atap, dan alhamdulilah atas dukungan semuanya sekarang kita bisa lihat dan rasakan keberhasilannya yang luar biasa,” tegasnya.
Terkait itu pihaknya mengajak semua kalangan baik masyarakat maupun pihak terkait lainnya untuk terus menudukung program pendidikan yang diterapkan pihak sekolah baik disektor Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun disekotr penunjang pendidikan seperti sarana parasarana (Sarpras).
Sedangkan terkait adanya pungutan ditingkat SMA dan SMK yang menuai kontorversi. Hal itu untuk sama-sama dimaklum karena status SMA Se-Derajat, sekarang ini masih dalam transisi pengalihan kewenangan dari Pemkab Lambar ke Pemerinta Provinsi (Pemprov).
“Kita patut berbangga hati, karena di Lambar dari Enam SMK, Lima diantaranya sudah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena tidak semua SMK dapat melaksanakan UNBK termasuk dikabupaten lainnya. Artinya lambar sudah memiliki kemajuan terkait apa yang diprogramkan pemerintah,” ujar Nukman.
Kepada siswa dan orang tua dirinya juga menyebutkan bahwa Ujian Nasional (UN) atau UNBK, bukan lagi penentu kelulusan, jadi jangan dijadikan momok. “ Kepada anak-anak cipatakanlah kebanggan kepada orang tua. Dan Kebanggan itu belum terlihat bila belum berhasil. Hari ini kalian bangga dilepas, dan saya berharap insyaalah anak-anak bisa mengaplikasikan skil dalam mencari pekerjaan ataupun meneruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya,” arahannya.
Pada kesempatan itu Nukman menyampaikan lambar memperoleh keistimewaan tersendiri dari Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan dimana 15 siswa lulusan SMK-SMA yang lulus. Tahun kementerian memeberiian biaya kepada 15 siswa terbaik akan diberikan biaya belajar hingga biaya makan minum.
Sedangkan dalam sambutan Tukimin menyampaikan empat tahapan ujian yang telah dilaksanakan tidak mengalami hambatan. Mulai dari Uji kapotensi, Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), hingga Ujian Sekolah (US) dan UBK.
Disebutkan juga kriteria kelulusan pada tahun pelajaran (TP), 2016-2017, ditentukan sekolah berdasarkan indikator yang ada, seperti keperibadaian (karakter) siswa, dan kategori telah mampu menyelesaikan seluruh mata pelajaran dari smester I dampai 6, dengan kriteria tidak ada nilai dibawah Kriteria Kelulusan Minimal (KKM), yang berparisasi sesuai standar mata pelajaran, berikut dilihat dari apsensi siswa.
Pihaknya juga menyampaikan terimaksih kepada orang tua siswa maupun kalangan lainnya yang sendukung penduh terhadap program-program pendidikan disekolah itu. “Saya mengharapkan pro aktif semua lapisan dalam membangun sekolah ini ke menuju lebih maju, dan kepada anak-anak untuk tidak berbagga hati dengan apa yang sudah digapai saat ini. Melainkan terus berkiprah untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah dimiliki baik dalam mencari pekerjaan maupun meneruskan pendidikan,” ajaknya.
Sekedar diketahui berbagai rangkaian disajikan siswa didik dalam acara itu, seperti pemotongan pita, pelepasan balon oleh Nukman dan sajian tari seni kreasi yang memukau para tamu undangan. >>Agus Salim
