Jawa Timur, (MR)
Potensi rumput laut di Indonesia mempunyai prospek yang cukup cerah, karena diperkirakan terdapat 555 spesies rumput laut yang tersebar di perairan Indonesia dengan total luas lahan perairan yang dapat dimanfaatkan sebesar 1,2 juta hektar, sehingga Indonesia berpotensi besar untuk menimba untung dari bisnis ini.
Tetapi pada saat ini pemanfaatan rumput laut sangat terbatas hanya pada jenis-jenis yang telah umum dikenal saja yaitu jenis rumput laut Carrageenophytes, yaitu jenis rumput laut seperti Euchema cottoni atauKappaphycus alvarezii dan Euchema spinosum serta Gracilaria sp. Sebagian besar rumput laut Indonesia masih diekspor dalam bentuk rumput laut kering. Rumput laut akan bernilai ekonomis setelah mendapat penanganan lebih lanjut.
Kualitas hasil produksi rumput laut sangat berpengaruh terhadap pengolahan pasca panen. Hal ini disebabkan pembudidaya belum banyak memperhatikan kualitas bibit dan teknis budidaya, baik hasil tambak jenis Glasilaria maupun dari hasil laut jenis Cottonii spp. Oleh karena itu menyelaraskan kebijakan pembangunan perikanan budidaya provinsi Jawa Timur dengan pembudidaya rumput laut adalah sangatlah penting dengan meningkatkan kompetensi pembudidaya rula dalam menghadapi era global dan MEA dengan bimbingan teknis maupun pelatihan sistem tata kelola, prasarana, sarana, teknis budidaya, pencegahan terhadap hama dan penyakit, cara panen serta pemasarannya. UPT PBL Situbondo menjadi tempat pelatihan memiliki skala prioritas menjadikan pembudidaya rumput laut yang tangguh serta berdaya saing kedepan.
Memadukan ekspektasi peningkatan kebutuhan bibit rumput laut yang berkualitas belakangan ini, pelaksanaan program peningkatan produksi dan produktifitas benih rumput laut guna menyelaraskan kebijakan pembangunan perikanan budidaya di Jawa Timur. Oleh karena itu dalam Tahun Anggaran 2016 telah dilaksanakan pelatihan budidaya rumput laut di UPT Pengembangan Budidaya Laut Situbondo, dengan narasumber dari UPT PBL Situbondo antara lain : Ir. Endah Kristiarini, A.Pi, MT dengan materi Pengarahan dan Materi Kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya di Jawa Timur, Febriko Sapto Dwiyanto, S.Pi dengan materi Teknologi Budidaya Rumput Laut, Ir. Yani Lestari Nuraini, MP dengan materi Pengendalian Hama dan Penyakit Udang, Puji Rahmawati, S.Pi dengan materi Sarana dan Prasarana, Atiek Setijani, S.Pi dengan materi Pemilihan lokasi, dan Ir. Aunur Rofik, M.Si dengan materi Panen dan Analisa Usaha.
Pembudidaya Rumput Laut sebanyak 30 ( tiga puluh ) pembudidya dari 5 ( lima ) Kabupaten di Jawa Timur yaitu dari Kab. Situbondo 11 orang, Kab. Banyuwangi 5 orang, Kab. Probolinggo 5 orang, Kab. Pamekasan 5 orang, dan Kab. Pacitan 4 orang.
Dengan pelaksanaan Pelatihan Budidaya Rumput Laut ini diharapkan salah satunya untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi pembudidaya sehingga dapat mengaplikasikan teknologi budidaya rumput laut dengan baik dan benar yang dapat menghasilkan produk rumput laut yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya.
Rumput laut bukanlah suatu hal yang asing. Bagi masyarakat yang bermukim di daerah pesisir, masyarakat telah mengenal dan memanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai bahan obat tradisional maupun bahan makanan. adanya kemajuan teknologi di bidang penelitian rumput laut, mendorong pemanfaatan rumput tidak terbatas pada aspek kesehatan tetapi memasuki ke segala bidang.
Kawasan laut dan pesisir Jawa Timur mempunyai luas hampir dua kali luas daratannya (+ 47220 km persegi) atau mencapai + 75700 km persegi apabila dihitung dengan 12 mil batas wilayah propinsi, sedang garis pantai Propinsi Jawa Timur memiliki garis pantai sepanjang + 2128 km yang aktif dan potensial. Propinsi Jawa Timur tidak hanya luas dari segi wilayah, tetapi juga kaya akan sumberdaya alam yang tentunya akan menjadi daya dukung pembangunan wilayahnya. Di kawasan pesisir Jawa Timur yang sebagian besar terletak di pesisir utara dan sebelah timur dapat dijumpai berbagai variasi kondisi fisik dan lingkungannya seperti hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, pantai berpasir putih dan pantai yang landai maupun terjal
Rumput laut memiliki manfaat sosial. Pengembangan budidaya rumput laut pada masyarakat pesisir pantai bisa berdampak positif terhadap beberapa aspek sosial. Pengembangan usaha budidaya rumput laut bisa berdampak kepada pendapatan masyarakat petani secara langsung. Sebagian besar dari pendapatan petani tersebut akan beredar di masyarakat pesisir sehingga menjadi kekuatan ekonomi lokal (pedesaan).
Pelaku usaha budidaya rumput laut terdiri dari hampir seluruh anggota keluarga petani, juga terdapat pengumpul kecil dan pengumpul besar yang mungkin berasal dari desa tersebut. Sebagian besar dari pendapatan petani tersebut akan beredar di masyarakat pesisir sehingga menjadi kekuatan ekonomi lokal (pedesaan) dan sosial. Dengan demikian pengembangan usaha budidaya rumput laut memiliki dampak berganda yang signifikan.
Kegiatan produksi usaha budidaya rumput laut bisa berlangsung secara terus menerus dan setiap hari, sehingga proses jual beli juga bisa berlangsung secara demikian. Dengan demikian penerimaan (income) dari usaha budidaya rumput laut bisa berlangsung secara terus menerus dan setiap hari.
Pelaku usaha budidaya rumput laut umumnya didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Pengembangan usaha budidaya rumput laut bisa langsung menyentuh masyarakat umum secara massal. >>Fir
