Pakpak Bharat, (MR)
Pejabat di Pemerintahn Kabupaten Pakpak Bharat nampaknya semakin menunjuk-kan arogansi kekuasaannya. Arogansi pejabat ini dinyata-kan melalui tantangan untuk melaporkan dugaaan KKN yang dilakukannya selama menjabat berbagai posisi di Kabupaten Pakpak Bharat. Hal ini diung-kapkan seorang pengurus LSM yang mengaku pernah berko-munikasi melalui telepon sellu-ler dengan pejabat tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa beberapa kali mereka berkomunikasi, pejabat ber-inisial HS selalu menyatakan telah siap dan menunggu dila-porkan kepada aparat Penegak hukum terkait dugaan KKN yang melibatkan dirinya selama menduduki berbagai jabatan. “Bilang sama si Manik itu saya sudah menunggu dilapor-kannya!”, kata HS kepada pengurus LSM, KK dengan nada congkak dan arogan. Pada kesempatan lain, HS juga mengatakan, “ Kapan si Manik itu mau melapor? Aku sudah siap, segera saja dilaporkan!”.
Menanggapi keterangan dari KK ini, E.Manik yang dimaksud, mengatakan bahwa memang dirinya beserta beberapa rekan LSM sedang mempersiapkan data-data mulai dari tahun 2006 sampai saat ini. “Kita terima tantangannya dan kita akan buktikan bahwa tidak ada yang bisa disembunyikan,” kata E.Manik dengan nada tegas. Menurutnya, HS tidak boleh lagi lolos dari jerat hukum karena dinilai sudah terlalu banyak merugikan Pakpak Bharat.
Rekan-rekan E.Manik yang turut mendengar keterangan KK turut menyayangkan sikap arogan HS yang saat ini telah menjadi pejabat tertinggi di birokrasi Kabupaten Pakpak Bharat. Bahkan dijelaskan oleh KK bahwa HS juga menantang E.Manik untuk beradu fisik layaknya preman. Bahkan menyangkut seorang rekan E.Manik, bernama H.Manik yang juga Ketua LSM Pilihi, HS pernah mengucapkan pernya-taan yang lebih keras dan kejam.
Terkait dengan keberadaan HS yang beberapa kali terlihat di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, berbagai pihak menyebutkan bahwa hal ini diduga kuat menyangkut keterlibatannya dalam kasus KKN.
Namun tampaknya sampai saat ini, HS masih dapat menyelamatkan dirinya. Bahkan terdapat video tentang kebe-radaan HS di rumah dinas Kejari Sidikalang pada masa Saut Simanjuntak, SH menjabat Kajari Sidikalang. Padahal tidak ada hubungan family antara keduanya.
Sementara itu, sumber MR di jajaran Pemkab Pakpak Bharat menyebutkan sejak menjadi pejabat birokrasi tertinggi, HS semakin congkak dan arogan. Sering memperlakukan pegawai seperti siswa atau murid SD dalam memberikan sanksi disiplin.
Menyikapi sikap dan tingkah laku serta temperamen HS, banyak pihak menyatakan bahwa pada dasarnya HS belum layak menduduki jabatan tersebut. Bahkan dari segi kepangkatan dan golongan masih ada yang lebih senior. Sepertinya, ada ‘udang dibalik batu’ sehingga Bupati menga-jukannya menduduki jabatan tersebut, tutur Bancin seorang aktivis LSM di Pakpak Bharat kepada MR. >>TIM
