Kotamobagu, (MR)Pentingnya mewujudkan PGRI yang kuat, Independen, demokratis dan berkesinambungan, Selasa (13/11) organisasi guru Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melaksanakan kegiatan Districk Training dengan mendapat dukungan konsorsium organisasi guru dari empat negara yang tergabung dalam Education International (EI).
Pada kesempatan ini Adnan Masinae Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu mengatakan Organisasi Education International memilih Kota Kotamobagu menjadi tujuan utama adalah suatu kebanggaan bagi pemerintah kota kotamobagu.
Masinae merasa PGRI Kotamobagu saat ini sudah sangat mandiri, independen dalam melaksanakan kegiatan organisasi, di harapkan dengan adanya Pelatihan Districk Training oleh Pengurus Besar PGRI dan Education Internasional dapat berkesinambungan dalam memberikan ilmunya sehingga pengurus PGRI Kotamobagu dapat menyalurkan kembali ke guru se-Kotamobagu.
Namun pada kesempatan ini, Masinae menjelaskan, “Pendidikan kita di tingkat Sulawesi bagian Timur mulai menurun, yang menjadi kendala utama adalah smartphones, sekarang anak-anak jarang sekali membaca buku, lebih mempercayai Google yang masih kurang akurat,” ungkapnya.
Ketua PGRI Kota Kotamobagu, sekaligus Kadis Pendidikan Kotamobagu Dra. Rukmi Simbala, MAP berharap agar seluruh peserta kegiatan dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius karena ini adalah sebuah ilmu atau pengetahuan internasional. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 hari dan dihadiri sekitar 30 peserta pengurus PGRI Kotamobagu yang sebagian besar adalah Kepala Sekolah TK, SD dan SMP. >>Neni
