Ciamis, (MR)
Pendidkan tingkat dasar yang diterapkan dalam meningkatkan kualitas peserta didik sekarang ini sudah menunjukan hasil yang membanggakan, peningkatan mutu peserta didik tersebut dinilai dengan digelarnya lomba-lomba antar Sekolah Dasar diantaranya melalui Calistung juga OMIPA, Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis baru-baru ini menggelar lomba OMIPA yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negri 4 Desa Kujang sebagai seleksi untuk peringkat Perama, peringkat Dua, pringkat Tiga dan peringkat Empat, kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta perwakilan dari Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Cikoneng dengan peserta untuk Matematika sebanyak 30 peserta dan untuk IPA sebanyak 29 peserta.
Menurut Wawan Darmawan selaku ketua penyelenggara kegiatan tersebut mengatakan bahwa hasil dari kegiatan OMIPA tersebut untuk peringkat pertama Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam akan di ikutsertakan sebagai perwakilan pada INTERNATIANAL MATEMATIC SCIEN ORGANISATION (IMSO) tingkat Dunia dan untuk peringkat Dua, Tiga dan Empat akan mengikuti lomba OMIPA tingkat Kabupaten Ciamis yang dilaksanakan di Cigembor, mengenai Pembinaan Wawan Darmawan menambahka bahwa Guru di tiap-tiap sekolah sudah memahami tekhnis kegiatan bagai mana cara membina anak didik agar mampu dalam seleksi Matematika dan IPA karena ini sudah menjadi keigatan rutin dan ini sesuai dengan Kurikulum karena kegiatan OMIPA tersebut tidak akan lepas dari Kurikulum itu sendiri, Wawan Darmawan berharap bahwa untuk Level di tingkat pemangku kebijakan agar lebih konsisten karena untuk di tingkat bawah sendiri sebagai pelaksana kegiatan sudah sedikit banyak digunjang-ganjing mengenai kurikulum yang berubah-ubah dari kurikulum 2006 (KTSP) ke Kurikulum 2013 (Kurtilas) kemudian kembali lagi ke Kurikulum KTSP tahun 2006.
Kemudian Wawan Darmawan mengatakan walau bagaimanapun semua Guru tetap sudah menguasai pelajaran namun yang utama mengenai buku-buku seluruh tematik yang sudah di lengkapi mengenai Kurikulum 2013 kemeudian sekarang harus kembali lagi ke kurikulum 2006 (KTSP) secara otomatis harus mempersiapkan ulang buku-buku mengenai kurikulum KTSP tahun 2006 sebab yang terdahulu mungkin sudah banyak yang rusak, untuk tekhnis mengenai buku-buku kurikulum KTSP tahun 2006 menurut Wawan bahwa sekarang ini sedang berusaha mengumpulkan kembali dan harus memikirkannya untuk membeli kembali sebagai pengganti buku yang sudah rusak karena pada aturan juklak juknis mengenai BOS ada aturan mengenai pembelian buku-buku yang berhubungan mengenai pembelajaran yaitu sebesar 5% dan mengenai buku Kurtilas yang sudah ada sementara ini disikapi dengan cara diamankan di sekolah untuk di simpan dan salah satunya di Perpustakaan sebab yang namanya materi itu semuanya baik namun untuk pengajaran harus sesuai dengan Kurikulum, paparnya. >>Fathul
