Indramayu, (MR)
Kebersamaan antara Birokrasi dengan elemen Kelompok Tani (Poktan), dalam membahas berbagai persoalan terkait bidang pertanian. Nampaknya tengah di contohkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bugis Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Prov Jawa Barat.
Pasalnya, dari sekian banyak persoalan dalam bidang pertanian, Gapoktan sebagai garda terdepan dalam memecahkan persoalan di bidang pertanian tersebut, dituntut lebih jeli dan cermat dalam setiap langkah. Salah satunya yaitu persoalan yang tengah dibahas antara Pemdes Bugis dengan Gapoktan, Poktan, terkait persiapan Masa Tanam (MT) tahun 2015, yang sudah diambang pintu.
Dalam acara yang dilaksanakaan di Aula Balai Desa Bugis tersebut, dihadiri oleh Camat Anjatan Mulya Sedjati, Kuwu Desa Bugis H. Ato Sunarto, Perangkat Desa, Gapoktan, Poktan, Babinsa, Petugas PPL, serta tamu undangan lainnya.
“Kelompok Tani harus lebih peka dalam menyikapi perkembangan zaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Seiring dengan semakin canggihnya Tekhnology, Poktan juga dituntut untuk dapat memberikan hasil pertanian yang lebih baik, dengan penggunaan alat Tekhnology penghasil padi,” beber Mulya Sedjati, Camat Anjatan, dalam pemaparaannya dihadapan Gapoktan dan Poktan.
Dijelaskan Camat Mulya, Bidang pertanian sebagai pondasi utama dalam segi pembangunan lain, penangannya harus diprioritaskan sehingga kata dia, peningkatan mutu serta Qualitas di bidang pertanian harus terus ditingkatkan, sehingga tercapai hasil yang memuaskan.
“Kami berharap, kekurangan kita (Petani) dalam merealisasikan MT tahun-tahun kemarin, jangan sampai terulang lagi disaat MT tahun ini. Kita harus bisa instropeksi diri, kenapa hasil MT tahun kemarin tidak mencapai target yang baik. Apakah dari segi cara pemupukannya kurang bagus, bagaimana dari segi obat-obatannya apakah sudah sesuai standar atau belum, ini yang harus jadi bahan instropeksi diri kita di MT tahun 2015 ini,” ucap Mulya.
Senada, H. Ato Sunarto, Kuwu Desa Bugis menuturkan. Dirinya mengapresiasi positif setiap langkah yang ditempuh Poktan di Desa Bugis. Pasalnya kata H. Ato, dengan mengedepankan azas kebersamaan dalam setiap memecahkan setiap masalah, dirinya optimis hal tersebut akan menghasilkan yang terbaik.
“Dengan sudah turunnya hujan wajib kita sukuri, karena bagaimanapun juga dalam bidang pertanian, tanpa adanya sistem pengairan yang baik, mustahil hasil dari bidang pertanian itu akan bagus. Dengan sudah mendekati MT di Desa Bugis ini, kami mengajak kepada Masyarakat petani di Desa Bugis, mari kita bersama-sama terapkan sistem MT tahun ini dengan baik, sehingga hasil yang baik pula akan dapat kita capai,” harap H. Ato Sunarto. Ditambahkan Kuwu Ato, dengan dimulainya MT di Desa Bugis dirinya berharap, Poktan beserta Petani dapat meningkatkan hasil produktifitas padi lebih baik lagi. Kegagalan yang pernah diderita petani ditahun kemarin, hendaknya dijadikan sebagai bahan pembelajaran di masa- masa yang akan datang.
Dedi S, Petugas Penyuluh lapangan (PPL) Pertanian Desa Bugis , menyambut gembira atas hasil peningkatan produktifitas padi di Desa tersebut. Pasalnya kata Dedi, hal tersebut menunjukan, pola tanam petani di Desa Bugis sudah mengalami banyak kemajuan yang signifikan.
“Pemerintah melalui Departemen Pertanian (Deptan), saat ini sudah melakukan pendataan Poktan secara On Line di seluruh Indonesia. Hal tersebut sebagai upaya pemerintah dalam memperhatikan nasib petani dinegeri ini.
Saat ini juga pemerintah telah menerapkan sistem asuransi bagi petani. Dengan memabayar Rp 36 Ribu / Hektare, Pemerintah akan memberikan Asuransi atau ganti rugi sebesar Enam juta rupiah kepada petani bila dalam Masa Panen nya mengalami kegagalan.
Kami juga memberikan aplaus kepada petani Desa Bugis dalam melakukan MT diawal tahun 2015, dimana hasilnya sungguh sangat menggembirakan, dari hasil panen padi dilahan seluas 7,4 Hektare, saat ini mengalami peningkatan menjadi 7,8 Hektare,” ujar Dedi dalam sambutannya. >>Afandi
