Ternate, (MR)
Momentum hari ulang tahun PGRI ke-71 dan hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2016 kemarin setidaknya mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Ultah PGRI ke-71 dan HGN menjadi bahan evaluasi khususnya bagi pengurus PGRI tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Seberapa jauh dan mampukah PGRI memperjuangkan aspirasi kaum guru di daerah ini.
Ditemui dikediamannya, Drs. Hi. Rusdi Ahmad yang kesehariannya adalah pengawas pendidikan tingkat SMA Kota Ternate mengomentari perlunya penguatan kelembagaan organisasi PRGI provinsi kabupaten/kota sehingga benar-benar mampu mengimplementasikan keseluruhan program yang telah disusun. Penguatan kelembagaan organisasi ini dimaksudkan untuk bisa menempatkan orang-orang yang memiliki militansi dan kapabilitas organisasi sehingga mampu merealisasikan kerja-kerja organisasi.
Mentoknya program kerja PGRI bisa dibaca dari ketidakmampuan pengurusnya tidak hanya dalam implementasi program kerja tetapi juga lemah dalam melakukan konsolidasi, komunikasi dan sosialisasi. “hampir sebagian besar guru-guru kita yang ada di kabupaten, tidak tahu menahu tentang siapa pengurus PGRI yang ada di provinsi, kalau seperti ini juga mana mungkin programnya bisa kesampaian.” Paparnya.
Selain itu menurut Rusdi, PGRI harus ikut berperan membuka ruang untuk berdialog dengan berbagai elemen baik pemerintah, DPRD dan seluruh elemen stakeholder terkait peralihan kewenangan SMA/SMK dari Dinas Kabupaten/Kota ke Provinsi. Menurut Rusdi terkait dengan itu, secara dejure kita sudah siap namun secara defacto nya kita dianggap belum siap oleh karena banyak variabel-variabel yang harus disiapkan pemerintah daerah. >>Ateng
