Sunday, 18/11/2018 | 12:01 UTC+7
Media Rakyat

Merasa “Dihina” Suku Moronene Menyerbu

Bombana, (MR)
Masyarakat suku Moronene Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menyerbu Kantor Bupati Bombana dan Polres Bombana, Selasa (21/2). Aksi tersebut dilakukan sebagai reaksi atas penghinaan terhadap suku moronene oleh akun facebook atas nama Arman Bertahan Arman, tanggal 17 Februari lalu.

Dalam akun tersebut, Arman Bertahan Arman, menghina suku Moronene dalam kaitannya dengan suksesi Pemilihan Kepala Daerah tanggal 15 Februari lalu yang menulis suku moronene belum bisa menjadi pemimpin di daerahnya. Bahkan, menegaskan , kalau suku moronene tidak akan bisa jadi pemimpin.

“Terbukti lagi klw orng moronene belum bisa jadi pemimpin di daerahnya sendiri kawan, dan tidak akan bisa jadi pemimpin, yang bisanya cuman jadi budak saja di kampung sendiri, hahahahaha,” demikian dalam akun tersebut. Parahnya lagi, pernyataannya dalam akun tersebut menggambarkan kalau Bertahan begitu kuat dan dapat melakukan apa saja, termasuk membeli anak daerah khususnya suku moronene. Sementara, Bertahan, diketahui sebagai akronim nama H.Tafdil dan Johan Salim, pasangan Calon Bupti dan Calon Wakil Bupati Bombana nomor urut 2.

“Tidak ada yang tidak bisa di bertahan.kita beli saja anak daerah yang khususnya suku moronene murah ji harganya cuman di kasi uang merah saja, hahahhahahah,” tulis akun tersebut dengan nada meledek.

Hal ini memicu aksi demonstrasi masyarakat suku moronene. Aksi massa yang jumlahnya ribuan tersebut dimulai dari Pusat Kerajaan Moronene Pauno Rumbia di Taubonto menuju Ibukota Kabupaten Bombana dengan tujuan Kantor Bupati Bombana dan Polres Bombana.

Pantauan Media Rakyat menunjukkan, massa terlihat begitu tegas saat memasuki lorong-lorong mengajak, bahkan memaksa orang yang bersuku moronene untuk turut aksi. Massa agak beringas saat tiba di kantor Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, mereka memaksa pegawai dari suku moronene keluar kantor dan ikut aksi.
Dalam orasinya, di halaman Polres Bombana, Heriyanto menuntut pihak Polres Bombana untuk secepatnya mengusut tuntas dan menangkap pemilik akun Arman Bertahan Arman. Usai orasi, perwakilan massa masing-masing, Ketua Dewan Adat Moronene, Patani Ali, Usman Hede, Agustinus Powatu, Heriyanto, Kasman Masiri, Ahmad Nompa, Abady Makmur, Hana Marhang dan Gufron kemudian diterima di ruangan Kapolres Bombana.
Di ruangan Kapolres, perwakilan massa kembali menyampaikan tuntutannya. >>HT

About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.