Kab. Malang, (MR)
Satu lagi pasar rakyat di kabupaten Malang di resmikan menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gusti Ngurah Puspayoga selasa (24/1) yakni Pasar Rakyat desa Sumberoto Donomulyo Kabupaten Malang. Pasar tradisional yang pembangunannya menelan biaya Rp 900 juta bersumber dari anggaran APBN 2016 tersebut di harapkan bakal menjadi salah satu sentra perekonomian masyarakat kabupaten Malang. Dalam sambutannya Puspayoga menjelaskan program pemerintah pusat sesuai arahan dari presiden Jokowi haruslah di mulai dari desa hingga berlanjut ke tingkat perkotaan.
“Keberhasilan ekonomi masyarakat sesuai petunjuk presiden Jokowi haruslah di mulai dari tingkat pedesaaan yakni pasar,karena keberhasilan perekonomian suatu masyar-akat di lihat dari kegiatan yang ada di pasar khususnya pasar desa,”kata Puspayoga.
“Kalau pasarnya ramai dan banyak pembeli berarti tingkat ekonomi daerah tersebut baik. Kami sering berkunjung ke beberapa wilayah yang ada di Indonesia, dan setiap kunjungan, kami selalu melihat kegiatan yang berlangsung di pasar daerah tersebut , karena letak keberhasilannya di lihat dari ramai atau tidaknya pasar tersebut,” tukasnya.
Di tambahkan Puspayoga pemerintah pusat saat ini telah berhasil meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Koperasi sebesar 4,47 persen dari tahun 2015 sebesar 1,6 persen.
“Hal ini adalah bukti keberhasilan pemerintah melakukan reformasi total terhadap koperasi,melalui rehabilitasi pasar rakyat dan pembentukan koperasi berkualitas, bahkan saat ini Kredit Usaha Rakyat sudah di tangani koperasi meski belum merata.Hal ini menunjukkan indikasi bahwa koperasi saat ini telah maju pesat, meski masih banyak koperasi yang tidak sehat ,” ujarnya.
Melihat hal tersebut pihaknya telah membuat kebijakan melakukan pembubaran terhadap koperasi tersebut.
Pembubaran tersebut bertujuan membuat database koperasi, dan apabila koperasi tersebut telah sehat bisa melaporkan kepada Kepala Dinas Koperasi setempat untuk di teruskan ke pemerintah pusat.
Di jelaskan olehnya saat ini pemerintah telah meluncurkan kredit lunak melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada semua pelaku usaha melalui bank yang di tunjuk pemerintah yakni Bank BNI 46, Bank BRI, Bank Mandiri dengan suku bunga sebesar 9 persen yang terdiri dari kredit usaha mikro dengan nilai pinjaman Rp 25 juta tanpa agunan sebesar 81 persen, pedagang ritel dengan pinjaman di atas Rp 25 juta sebesar 18 persen serta kredit untuk TKI sebesar 1 persen.
“Tahun 2017 ini pemerintah telah menyiapkan plafon anggaran untuk program KUR sebesar Rp 110 triliun sehingga
harus dapat di manfaatkan oleh semua pelaku usaha mikro dan ritel,” tegasnya.
Usai memberikan sambutan Menkop dan UMKM menandatangani prasasti peresmian Pasar desa yang berbatasan langsung dengan wilayah pemkab Blitar tersebut sekaligus memberikan secara simbolis bantuan dan penghargaan serta KUR kepada beberapa perwakilan pedagang pasar, dan melanjutkan melihat secara langsung keadaan pasar yang pembangunannya menelan biaya APBNsebesar Rp 900 juta tersebut. >>Giz
