Menhut Bantah Kementeriannya Rugikan Negara

Menteri Kehutanan  Zulkifli HasanJakarta,(MR)

MENTERI dari parpol diminta mundur agar tidak terjadi penyalahgunaan fasilitas negara. Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan tak sependapat. “Itu silakan saja orang bicara, walaupun nyaleg tugas menteri tetap nomor 1,” kata Zul kepada awak media, Kamis kemarin.

Zul sebenarnya sudah tak ingin nyaleg lagi sebab dia sudah dua kali menjadi caleg. Tapi karena perintah partai, dia pun kembali masuk daftar caleg. “Saya sudah 2 kali, cuma ditugaskan oleh partai,” kata Zul yang akan nyaleg dari dapil Lampung I ini.

Zul menegaskan dirinya tak akan menyalahgunakan wewenang. Apalagi sampai memanfaatkan fasilitas negara dalam kampanye. “Tidaklah,” tandasnya. Sebelumnya LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) meminta menteri yang nyaleg mundur karena dikhawatirkan menyalahgunakan wewenang dalam kampanye Pileg.

Bantah Kementeriannya Rugikan Negara Rp 7,1 Triliun

Berdasarkan hasil audit BPK semeseter II tahun 2012 sedikitnya 15 kementerian diduga merugikan negara. Kemenhut diduga merugikan negara Rp 7,1 triliun, sang menteri membantah. “Audit BPK RI 2002 sampai 2012 total Rp 6,2 triliun dan USD 65,8 juta adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pihak ketiga dan terus ditagih,” kata Menhut Zulkifli Hasan, Kamis (2/5/2013).

Kemenhut sampai saat ini berupaya terus menagih PNBP tersebut. Sementara soal anggaran APBN, lanjut Zulkifli, Kemenhut mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. “Terus ditagih, dahulu di daerah (pemda) dan sekarang di Kemenhut, saat ini tinggal Rp 2,1 triliun,” terang Zul yang juga petinggi PAN ini.

Waketum PAN Dradjad Wibowo menambahkan, data yang dirilis Fitra benar. Namun detail informasinya menurut Dradjad dipelesetkan ke merugikan keuangan negara. “Menhut dari parpol yakni PAN berhasil menurunkan tagihan PNBP selama 10 tahun dari Rp 6,2 triliun dan USD 65,8 juta menjadi tinggal Rp 2,1 triliun seharusnya diapresiasi tapi dikesankan merugikan negara Rp 7,1 triliun,” ujar Dradjad. >> Eka Lesmana

 47 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts