Krisis mengenai listrik yang sering di keluhkan oleh masyarakat kota tidore kepulauan, kota Ternate dan Maluku Utara pada umumnya bakal di jawab pada akhir tahun 2011 Sesuai dengan rencana proyek pembangkit listrik tenaga uap kapasitas 2×7 MW dengan bahan bakar batu bara tersebut diharapkan rampung sesuai batas tender.
Rampungnya proyek PLTU Rum ini memang sangat di harapkan oleh masyarakat Kota Tidore Kepulauan dan Maluku Utara, untuk menjadi solusi mengatasi krisis listrik yang telah terjadi selama bertahun-tahun.
Pengawas proyek saat di temui media rakyat (14/8) minggu siang mengatakan “Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rum Tidore berkapasitas listrik 2×7 MW untuk suplay listrik di Kota Tidore dan Ternate, sementara ini masih dalam proses penyelesaian akhir” .
PLTU rum tidore ini tidak hanya mensuply pasokan di Kota Tidore Kepulauan saja tetapi juga di daerah sekitarnya termasuk Kota Ternate dengan menggunakan jaringan kabel bawah laut yang telah dipasang setahun yang lalu. Kabel tersebut terbentang dari Rum sampai ke Pulau Maitara yang kemudian dari Maitara di salurkan lagi lewat bawah laut menuju ke Kayu Merah Kota Ternate.Ungkap pengawas proyek yang enggan menyebutkan namanya
Harapan masyarakat dengan adanya PLTU rum tidore ini listrik bisa memadai tanpa ada masalah pemadaman bergilir. Selain itu juga masyarakat juga berharap proyek tersebut dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah. (gun)

