Kotamobagu, (MR)
Lomba cerita rakyat Bolaang Mongondow bagi siswa SMP/MtsN yang diadakan di Kota Kotamobagu, pada Kamis (18/05). banyak menarik beberapa siswa di Kota Kotamobagu, Untuk tahun 2017 tersebut peserta lomba minat baca tingkat SMP/MtsN diikuti 76 siswa dari 18 Sekolah.
Hal tersebut dilaporkan yang mewakili kepala Kantor Balai Pelestarian Seni Budaya Provinsi Sulawesi Utara, Salmin Djakaria sebagai peneliti wilayah Sulutenggo.
Djakaria mengatakan maksud dan tujuan lomba cerita rakyat daerah Bolaang Mongondow tersebut sebagai sarana memasyarakatkan bahasa daerah Bolaang Mongondow sehingga meningkatkan minat berbicara bahasa daerah kepada anak untuk mengembangkan kecerdasan, kepribadian dalam mewujudkan budaya gemar berbicara bahasa mongondow.
Lomba cerita rakyat daerah tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Kotamobagu, Bambang Ginoga. Sedangkan dalam sambutannya Bambang Ginoga antara lain menyampaikan bahwa perlombaan tersebut merupakan ajang untuk belajar dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas diri.
Sedangkan bagi anak-anak, para pemenang lomba bercerita, Bambang berharap untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai ini serta tetap semangat untuk terus belajar dan mencetak prestasi-prestasi lainnya di masa akan datang.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Lomba bercerita tingkat SMP/MTsN dengan mengusung tema Cerita Daerah Bahasa Bolaang Mongondow merupakan upaya strategis dalam menjaga dan melestarikan cerita-cerita daerah yang kita miliki, sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak generasi penerus bangsa akan kisah dan cerita daerah sehingga diharapkan dapat timbul rasa kecintaan dan nasionalisme di diri anak-anak kita.
Ditengah pergolakan arus globalisasi yang deras, dimana bermacam informasi dari luar masuk dengan segala macam nilai-nilai yang tidak sejalan dengan kebudayaan kita, ini menjadi ajang untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus bangsa melalui cerita daerah berbahasa Bolaang Mongondow.
Oleh karena itu, penjabat Walikota Kotamobagu menyampaikan rasa bangga kepada anak-anak yang pada hari ini menjadi finalis dengan membawa cerita-cerita daerah dengan menggunakan bahasa Bolaang Mongondow. Hal ini dikarenakan, tidak banyak generasi muda kita yang tertarik dengan cerita daerah mongondow. Mereka lebih tertarik untuk membaca cerita-cerita fiksi superhero dari luar negeri, terang Bambang. Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Rukmi Simbala mengajak anak-anak untuk terus meningkatkan minat membaca, sebagai jendela informasi sekaligus meningkatkan wawasan yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan potensi diri.
Saat ini kita dihadapkan pada kondisi yang semakin ketat dalam persaingan, karenanya kita dituntut untuk mampu mempersiapkan diri dalam mengahadapi persaingan tersebut dengan selalu menambah wawasan dan pengetahuan agar kita tidak tertinggal.
Cara termudah adalah dengan membaca, terus belajar dengan membiasakan budaya membaca pada anak-anak diharapkan akan terbentuk generasi-generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing, tambah Simbala.
Setelah melalui penjurian yang ketat bahkan dewan juri kesulitan untuk menentukan rangking juaranya karena memang selisihnya sangat sedikit, maka juri menentukan juara I tingkat SMP/MTsN diperoleh Mointi Bangki dari SMP Negeri 8 Kota Kotamobagu Para juara disamping menerima piala dan piagam penghargaan juga menerima uang pembinaan, juara I Rp. 2 juta. >>Michael
