Malam syukuran Dan Apresiasi Tim Kemanusiaan, Bupati Berharap Natuna Jadi Provinsi Khusus.

 

Natuna(MR)- Operasi Kemanusiaan WNI, yang sedang menjalani observasi, tadi siang telah dikembalikan kepada keluarganya dalam keadaan sehat.

Selama 14 hari menjalani observasi di Hanggar Barat Bandara Lanud Raden Sadjad, suka-duka telah dilalui,tim kemanusiaan telah dibentuk Pemerintah Pusat.

Mengingat hal itu, BNPB, bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, TNI-Polri dan Pemkab Natuna, menggelar malam syukuran dan Apresiasi tim kemanusiaan, pelepasan WNI dari Wuhan dengan masyarakat Natuna digelar malam ini.Ratusan masyarakat hadir dalam giat itu.

Salah satu tokoh masyarakat AbibJuong, saat dimintai komentarnya terkait kisruh penempatan WNI dari Wuhan, meminta maaf jika ada tutur kata yang salah saat melaksanakan demo penolakan dengan masyarakat kala itu.

“Kami merasa ketakutan, karena lihat di tv, betapa bahayanya virus itu”. Sehingga apapun yang dikatakan pak Menkes masyarakat tidak di hiraukan lagi. Tetapi berkat adanya jaminan dari Pemerintah Pusat barulah masyarakat Natuna mulai tenang.

Ada hikmat dibalik peristiwa ini. Kini Natuna bukan hanya di kenal dalam Negeri tapi sudah sampai ke Manca Negara . “Dari Natuna Selamatkan Indonesia” ucapnya.

Kami berharap, Pemerintah Pusat lebih memperhatikan daerah ini, dan perlu ada koordinasi jika ada sesuatu hal antara Pusat dan Daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Natuna Andes Putra, mengatakan terima kasih. Masa observasi telah selesai. Mari kita petik hikmat dari kegiatan ini. Harapan kami Pemerintah Pusat bisa lebih memperhatikan daerah ini, ucapnya sambil berpantun.

Tempat sama Bupati Natuna Hamid Rizal dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, BNPB dan semua tim yang terlibat dalam operasi kemanusiaan di Natuna.

Kita lihat saat pemulangan WNI yang telah selesai menjalani observasi sangat ceria , dan tidak kurang satupun

Meski demikian atas nama masyarakat jika ada kata kata tidak pantas saat melakukan aksi, kami minta maaf. Itu semua karena rasa takut yang berlebihan ucap Hamid.

Kami berharap juga, agar pelayanan Rumah sakitnya bisa ditingkatkan. Sehingga jika ada hal -hal mendadak dapat diatasi. Hamid juga meminta agar Menko PMK, dapat membantu agar Pembangunan bandara internasional bisa dibangun. Kemudian Natuna dijadikan Provinsi. Mengingat Kabupaten Natuna 97 persen lautan, namun wewenan Kabupaten hanya sampai dibibir pantai saja. Oleh karena itu Kami berharap bapak Menko bisa menyampaikan ke Presiden dan rasa terima kasih kami.

Ketua KNPI Natuna Hariadi, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden lewat Menko PMK, meminta Natuna lebih diperhatikan dan dijadikan Provinsi Khusus. Ini harapan masyarakat Natuna.

Kepala BNPB memuji masyarakat Natuna mempunya nilai sosial kemanusiaan yang sangat tinggi. Natuna pada zaman dulu terkenal dengan jalur sutra. Itu membuktikan bahwa Natuna ratusan tahun lalu merupakan pusat perdagangan Nusantara. Mudah-mudahan usulan tadi dapat terealisasi dengan baik, kami akan mendorong dari belakang, ucapnya.

Sementara Menko PMK dalam sambutannya mengaku tidak ada masalah soal demo kemarin. Sebab waktu mahasiswa saya juga tukang demo. Saya yakin segala kesulitan pasti diberi kemudahan..”Semakin tinggi kesulitan semakin banyak ujian”.

Hadir dalam giat itu, Menko PMK (Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P.)
Ka. BNPB Letjen.TNI(Purn Doni Monardo
Bupati Natuna (Drs.H.A Hamid Rizal S.Ip).Wakil Bupati Natuna Dra.Hj. Yuni Ngesti Suprapti
Ketua DPRD Kab.Natuna Andes Putra S.Pd
Danlanud RSA (Kolonel PNB Fairlyanto ,ST,.M.A.A.P)
Dandim 0318/Natuna (Letkol Czi. Ferry Kriswardana,S.Sos.,M.Tr(HAN)
Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto,S.IK
Danyon komposit./Roy.

Related posts