Main Comot Alat Praga, Panwaslu Dan KPU Terancam di Polisikan?

Ketua komisi III DPRD Natuna,Wan sopian ketika dikonfirmasi, saat menikmati teh disalah satu warung sederhana, bersama masyarakatNatuna, (MR)
Pilkada memang tinggal beberapa waktu lagi, berbagai peraturanpun telah ditetapkan guna menjaga agar Pilkada serentak aman dan kondusif disetiap daerah. Namun peraturan yang dibuat oleh KPU itu, sedikit ditabrak, sehingga hampir berurusan dengan aparat penegak hukum. Entah tidak memahami β€œaturan atau merasa berkuasa,” Panwaslu dan KPU dibantu Tim terpadu, melakukan penurunan paksa berbagai atribut kampaye diposko pemenangan Kopi Sore tanpa pemberitaan terlebih dulu. β€œIni jelas sudah melanggar PKPU No 7 tahun 2015,” ucap Wan Sopian.

Seharusnya Panwaslu tidak semena-mena menurunkan alat peraga diposko pemenangan tanpa terlebih dulu melakukan pemberitaan. Bagi kami ini merupakan pelecehan. Untuk itu, Kami meminta Panwaslu, meminta maaf dimedia, jika hal ini tidak ingin, kami teruskan kejalur hukum, pinta Ketua tim pemenangan Kopi Sore (komunitas Pilih soeryo), Wan Sopian ketikaΒ  Panwaslu, KPU dan Tim terpadu mendatangi Posko Kopi Sore.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Natuna ini, Sebagai tim pemenangan Kopi Sore, Saya telah melakukan protes keras, dan telah melayangkan surat resmi, dengan meminta Panwaslu, mengembalikan barang-banrang milik posko Kopi sore, secaraΒ  utuh, serta dipasang kembali.Kemudian Panwaslu, harus meminta maaf lewat media sosial, karena telah melanggar hak-hak kami. Ini bisa dikatakan perampasan, secara paksa. Oleh karena itu Kami minta Panwaslu membuat permintaan maaf lewat media, Jika hal ini tidak segera dituruti, maka dengan sangat menyesal, kami akan laporkan kepihak berwajib.

Dengan adanya surat yang Kita layangkan, Tim Terpadu, melakukan rapat dikantor Bupati pada tgl 23 september, sekaligusΒ  mengundang kami pihak yang dirugikan, mulai jam 8 sampai jam 00 wib. Disana ada kesepakatan dan pengakuan bahwa mereka telah keliru dan bersalah. Mengingat momen besoknya hari raya idul adha, maka permintaan maaf di posko Kopi sore kita tunda. Maka hari ini jumat tgl 25 september, Panwaslu, bersama tim terpadu, datang untuk mengembalikan barang-barang yang diambil, serta mengakui kesalahannya, dan meminta maaf.

Namun sebagai Ketua tim Kopi sore, Saya meminta permintaan maaf itu dilakukan di media, sehingga masyarakat luas tau, kejadian sebenarnya. Karena saat Panwaslu bersama tim terpadu melakukan pencopotan berbagai atribut posko, beberapa media telah santer memberitakan.

Untuk itu kami minta Panwaslu melakukan permintaan maaf atas kehilapannya di media massa. Meski permintaan maaf telah Saya terima, namun Kami masih melakukan koordinasi dengan pimpinan PartaiΒ  HM Soeryo, soal persoalan ini. Jika dibilang harus diteruskan kejalur hukum, mau tak mau Kita teruskan. Tetapi tidak ada gading yang tak retak, ucap Wan Sopian.

Sementara itu Ketua Panwaslu NatunaΒ  Linda Wati, secara mengejutkan, mengakui kecerobohannya, telah mencopot berbagai perlengkapan kampaye, tanpa terlebih dulu menyurati pemiliknya. Akibatnya banyak pihak-pihakΒ  yang dirugikan, akibat keteledorannya. Untuk itu Kami meminta maaf atas kejadian ini, dan berjanji tidak akan terulang kembali, ucap Linda Wati di Posko Kopi Sore di saksikan Kasat Reskrim dan sejumlah awak media. >>Roy

Related posts