Tidore Kepulauan, (MR)
Proses peresmian atau alih status madrasah aliyah swasta Mareku menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN 2) Tikep berlangsung pada 26/12. Hadir pada kesempatan itu Sekjen Kementeran Agama RI, Prof DR. M. Nur kholis Setiawan yang mewakili Menteri Agama RI, Walikota Tidore Kepulauan Capten Ali Ibrahim, SH, MH kepada Kantor Wilayah Kementerian Agaama Provinsi Maluku Utara Hi. Syarbin Sehe, S.Pd, M.Pdi dan Rektor IAIN Ternate dan sejumlah undangan lainnya.
Proses penegrian ini sebelumnya diawali dengan pendatanganan dan penyerahan SK sebulan sebelumnya di Sofifi. Dengan Alih status ini pula maka Kota Tikep telah memiliki dua Madrasah Aliyah Negeri masing-masing MAN 1 Gurabati dan MAN 2 Mareku Tidore Kepulauan.
Prof DR. M. Nur kholis Setiawan saat memberikan sambutan sekaligus penandataganan prasasti mengungkapkan perlunya lembaga pendidikan termasuk MAN 2 Tikep untuk memiliki 5 Indikator atau cirri khas guna menjadi lembaga pendidikan yang unggul sekaligus menjadi roll model bagi pendidikan di tanah air. 5 indikator tersebut adalah memiliki setiap ketawadduan yakni sikap rendah hati, saling menghormati. Dalam konteks ini dibutuhkan proses transformasi moral dan akhalak dari yang tidak terpuji menjadi terpuji.
Selanjutnya lembaga pendidikan madrasah harus mengajarkan dimensi kebersamaan dengan menghilangkan ego individu dan ego sektoral. Indikator atau ciri yang ketiga adalah madrasah harus cepat melakukan responsive terhadap perubahan mengingat tantangan dunia pendidikan sekarang sudah semakin kompleks. Ciri yang keempat adalah setiap madrasah harus mampu membekali peserta didik untuk menjadi ma’rifaat.
Memarifatkan ini identik dengan memperkenalkan dan mengidentifikasi setiap permasalahan dalam dunia pendidikan.
Sedangkan ciri yang kelima adalah setiap madrasah harus mampu mengajarkan kebersamaan (kolektifitas) oleh karena dalam dunia pendidikan madrasah sangat mengedepankan kepemimpinan secara kolektif bukan lagi secara personal.
Sementara kakanwil kementerian agama Provinsi Maluku Utara Hi. Syarbin Sehe, S.Pdi, M,Pdi dalam sambutannya mengungkapkan dari segi historisnya MAS Mareku proses kelahirannya diinisiasi oleh beberapa tokoh penting seperti Almarhum Drs H.Jafar Conoras dan Husain Kama dan Hi. Masri Fathun. kesemua yang disebutkan tersebut member andil besar dalam upaya dan langkah progresif bagi keberlangsungan pendidikan madrasah di Kota Tikep.
Ia berharap keberadaan MAN 2 Tikep senantiasa eksis ditengah dinamika perubahan dan mampu memenuhi kebutuhan ekseptasi masyarakat terhadap pendidikan agama. Oleh karena itu amino dan trend kepercayaan masyarakat terhdap lembaga pendidikan madrasah mengalami peningkatan yang signifikan.
Walikota Tidore Kepulauan Capten Ali Ibrahim, SH, MH dalam sambutannya menegaskan pihaknya akan senantiasa berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia bukan hanya dalam dimensi ilmu pengetahuan tapi juga dimenasi iman dan takwa. Hal ini sejalan dengan penetapan Tikep sebagai kota santri.
Dengan demikian setiap lembaga pendidikan islam atau madrasah harus dapat mewujudkan kualitas pembelajaran sehingga out put keluaran setiap madrasah bisa eksis ditengah masyarakat terlebih dalam dinamika percaturan global.
Pemkot Tikep menurut Ali Ibrahim siap membantu kebutuhan madrasah dan mengaharapkan adanya jalinan koordinasi dan komunikasi antara pemkot dan semua lembaga pendidikan. >>Ateng
