Luhut: 2018 Pelabuhan Babang Dan Bandara Oesman Sadik Akan Di Perpanjang

Malut-Halsel, (MR) – Kujungan Menteri Korfinator (Menko-kemaritiman) Luhur Binsar Banjaitan pada Widi International Fishing Tournament 2017 yang di Gelar pada (25/10/2017) membawa dampak positif bagi warga masyarakat Halmahera Selatan (Halsel) Malut. Dimana, Menko Kemaritiman Luhur Binsar  Panjaitan telah merespon baik permintaan Oleh Bupati Halmahera Selatan Terkait Infrastruktur Perpanjangan Bandara dan Pelabuhan Babang.

“Untuk bandara Oesman Sadik Bacan Halsel akan di tambah menjadi 2400 meter dan pelabuhan akan panjang 500 meter,karena saya langsung bicarakan menteri perhubungan untuk bandara sedangkan pelabuhan akan tangani pelindo IV,”Kata Menko kemaritiman Luhur Binsar Panjaitan Saat memberikan sambuatan Acara WIFT Sekaligus membuka Secara Resmi Pada Rabu (25/10/2017) beberapa waktu lalu.

Kata Luhut, Tahun 2018 pelabuhan dan bandara bacan harus terpikir sesuai dengan permintaan, agar konteiner yang 300 ini bisa lebih banyak lagi. Selain itu, presiden juga mengingatkan menjaga kebersamaan dan lingkungan kita semua, karena indonesia kalau dibangun lantas tidak kompak maka tidak bisa dibangun.karena indonesia sangat kurang data.

“Sekarang sudah mulai tata dan penataan itu membutuhkan kerja keras, dan kesungguhan dari kita semua,”Katanya. Bahkan Kata Luhur, sempat pertanyakan di bupati bahwa Kota Bacan ini memakan  7.5  mega What. Ada arus laut di halsel seperti di flores yang ada tiga meter per detik, kita bisa membuat 300 mega what. Selanjutnya, malut ada pabrik smalter, maka harus di periksa air yang di buang.sehingga itu tidak merusak generasi yang akan datang. “Limba- limba itu bisa meracun ikan, kalau ikan itu kita makan maka akan merusak daging kita, termasuk plastik-plastik bisa beruba menjadi mikro plastik, dan mikro plastik itu kalau di makan ikan, kemudian manusia memakan ikan maka penyakit,”terangnya. >>Mad

Related posts