Upaya Pemprov Jawa Timur untuk menjadikan Pulau Madura Sebagai Pulau Sapi terus dilakukan. Salah satunya dengan mengadakan Lokakarya Pengembangan Sapi Madura di Hotel Simpang, Surabaya (20-21/9).
Melalui program Pengemba-ngan Pulau Madura sebagai Pulau Sapi (P2PMS), tahun 2014 diharapkan Pulau Madura akan menjadi Pulau Sapi dengan populasi 1 juta ekor. Sapi madura memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain, mudah hidup dan berkem-bangbiak dimana saja bahkan pada daerah yang kering seka-lipun, tahan terhadap berbagai penyakit. Upaya mewujudkan Madura sebagai pulau sapi dilakukan dengan beberapa cara antara lain, meningkatkan populasi Sapi Madura sebesar 6,18% per tahun, menekan kematian pedet menjadi 2%, kematian induk menjadi 0,42%, dan mencegah pemotongan sapi betina pro-duktif.
Hadir dalam acara yang digelar dua hari tersebut bebe-rapa peneliti dari perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga Surabaya, Univer-sitas Brawijaya Malang, Poli-teknik Pertanian Negeri Jember. Juga hadir dalam acara tersebut adalah perwakilan Dinas Peternakan se-Madura, Satgas dari Madura, serta perwakilan dari Direktorat Perbibitan Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan-Kemente-rian Pertanian.
Dalam sambutannya, Kepa-la Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Ir. Suparwoko Adisoemarto, MM menuturkan lokakarya ini dimaksudkan untuk mencari masukan bagi perencanaan kegiatan selanjut-nya. “Dengan demikian, akan diperoleh manfaat bagi kema-juan pengembangan sapi Madu-ra baik secara teknis, kultural maupun dukungan pemberda-yaan potensi sumberdaya alam,” tuturnya.
Sebagai informasi, sesuai dengan upaya pemerintah dalam mempertahankan kemur-nian maupun pengembangan kualitas rumpun genetik sapi Madura, serta menjadikan Madura sebagai Pulau Sapi, maka telah dibentuk UPT Pembibitan Ternak dan Kese-hatan Hewan di Madura melalui Peraturan Gubernur Nomor 59/2010. Tugas pokok dan fungsi UPT tersebut adalah melaksa-nakan sebagian tugas dinas di bidang teknis pembibitan, pembiakan, budidaya ternak, hijauan makan ternak, pemerik-saan, penyidikan dan diagnosa penyakit hewan, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat.
Sejalan dengan tugas terse-but, telah dibentuk satgas lapa-ngan yang membantu pelaksa-naan pencapaian tugas-tugas dinas termasuk pemantauan penyebaran ternak iseminasi buatan yang dilakukan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Setelah pelaksanaan tugas-tugas tersebut, tentunya ada permasalahan, perkembangan pemikiran maupun perenca-naan di masa datang. Tugas yang telah dijalankan antara lain pelayanan kesehatan hewan, pendataan potensi daya du-kung wilayah serta pengambilan sampel untuk uji pemantauan penyakit ternak menular. (gc/hs)

