Lewat Bansos, Mensos Sapa Warga Natuna, Pastikan Negara Hadir di Kawasan 3T

 

NATUNA(MR) – Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan jajaran kunjungi pulau terluar, pulau berhadapan langsung dengan Laut China Selatan.Kegiatan tersebut untuk menyaksikan penyaluran bantuan sosial .

Kunjungan pertama kali okeh Mensos Juliari di kawasan terluar terpencil dan tertinggal (3T) Kabupaten Natuna, menbawa misi strategis, negara hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Natuna.

“Salam dari Bapak Presiden Joko Widodo kepada bapak/ibu. Beliau memerintahkan kepada saya, agar memastikan masyarakat di seluruh pelosok tanah air, termasuk daerah perbatasan dapat merasakan kehadiran negara. Saya datang untuk memastikan, masyarakat di sini menerima bantuan guna meringankan beban akibat pandemi,” kata Mensos (22/09).

Mesku yang pertama kali, namun bukan yang terakhir. “Saya juga akan berkunjung ke kawasan 3T lainnya memastikan negara hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Ada dua jenis bantuan sosial yang distribusinya disaksikan Mensos di Natuna, Bansos Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Untuk bansos sembako, disalurkan sebanyak 985 paket melalui Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Bansos sembako selanjutnya disalurkan kepada 2.552 keluarga di 14 desa di perbatasan. Secara simbolik bansos diserahkan Menteri Sosial kepada Kepala Bakamla Laksdya Aan Kurnia, di Pelabuhan Perikanan Selat Lampa, Natuna.

Untuk BST disalurkan kepada sebanyak 5.784 keluarga penerima manfaat (KPM) BST di Kabupaten Natuna dengan nilai total sebesar Rp1.735.200.000. Selain itu, sebanyak 3.175 KPM di Kabupaten Natuna juga tercatat masuk dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako, dengan nilai total sebanyak Rp7.302.500.000.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos nengecek proses salur BST di Kantor Pos Ranai. Mensos berbincang dengan KPM dan mendapatkan penjelasan dari petugas PT Pos tentang progres salur BST di Kabupaten Natuna

Dengan demikian, kedua jenis bansos, masyarakat Kabupaten Natuna menerima Rp 9 miliar. Mensos menyatakan, berbagai bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat akibat pandemi.

“Kemudian untuk BST, saya meminta masyarakat untuk segera dibelanjakan di daerah sini, dengan harapan menggerakkan perekonomian lokal,” kata Mensos.

Masyarakat terdampak Covid, Kemensos juga menyalurkan bansos untuk KPM bansos reguler. Yakni Bansos Beras (BSB) untuk KPM PKH dan bansos Tunai untuk KPM Program Sembako Non-PKH senilai Rp500 ribu. Dalam rangka memastikan dukungan terhadap program BSB, Mensos meninjau kesiapan Bulog di Gudang Bulog Natuna/Roy.

 18 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.