Lestarikan Budaya Asli Daerah

Trenggalek,(MR)
TERHADAP perkembangan dan pelestarian budaya asli daerah, Pemerintah Kabupaten Trenggalek dinilai cukup memberi perhatian. Hal ini dibuktikan dengan pagelaran wayang kulit PEPADI dan pergelaran jaranan Turonggo Yaksa pada Sabtu, 9 Juni 2012 yang bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek.
Dengan menghadirkan tiga dalang berbakat asli Trenggalek yaitu Ki Dalang Rizqi Mayu Bawana, Ki Dalang Bagong Aji Giri dan Ki Dalang Suciono Lebdo Carito, acara rutin yang diselenggarakan tiap bulan sekali ini disaksikan ratusan masyarakat Trenggalek yang terlihat larut mengikuti setiap alur cerita khas wewayangan yang disajikan dengan apik oleh para dalang. Pagelaran wayang semalam suntuk ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Trenggalek beserta istri serta Kepala Dinas Paripora.
Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq,SH. M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek sangat memberikan apresiasi dan dukungan, dorongan serta semangat agar kegiatan ini terselenggara dengan baik, sukses aman dan tertib.  Lebih lanjut diungkapkan oleh Wakil Bupati, pagelaran wayang kulit ini dinilai merupakan salah satu cara yang tepat untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia. “Sebab kebudayaan kita yang adiluhung ini dapat kita cari, kita gali pelajaran yang luar biasa tentang keadiluhungan peradaban manusia, etika dan estetika.
Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawan, bangsa yang menghargai atas kearifan lokal berupa karya-karya budaya yang adi luhung. “Untuk itu patut kita gali, kita lestarikan dan kita kembangkan” ujar Wakil Bupati.
Selanjutnya, Wakil Bupati juga mengingatkan tentang proses panjang yang dilalui bangsa Indonesia hingga diakuinya wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa. Sekitar 7 Tahun yang lalu, Indonesia mendapatkan pengakuan dari Lembaga Internasional (UNESCO) dan telah ditetapkan bahwa wayang kulit adalah karya budaya asli Indonesia yang ditetapkan di Paris pada 7 Nopember 2003 “Wayang Puppet theatre Indonesia a Masterpiece of the oral and intangible Heritage of  Humanity”.
Sebagai salah satu upaya pelestarian budaya asli Indonesia khususnya di Kabupaten Trenggalek, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama PEPADI dan komponen masyarakat yang lain akan berupaya untuk terus melakukan pembinaan, pemberdayaan, dan pelestarian dalam bidang kebudayaan. “Upaya untuk mensinergikan langkah diantara berbagai pihak perlu terus ditumbuhkembangkan di masa yang akan datang agar bersama mewujudkan masyarakat Trenggalek yang lebih baik” tandasnya. Selain digelar wayang kulit semalam suntuk juga ditampilkan kesenian Turonggo Yakso yang juga merupakan kesenian asli Kabupaten Trenggalek. >> Mlr/Kim

Related posts