Kediri,(MR)
SETELAH terusir dari rumah sewanya yang konon dulu di kelurahan Gayam, Mbah Karti demikian warga sekitar pos kamling menyebut nasibnya semakin tidak menentu dan semakin memprihatinkan karena belum ada tindak lanjut dari instansi yang terkait.
Mbah Karti (73) sejak sekitar tiga bulan yang lalu menjadi penghuni pos kamling di RW 01 RT 03 Kampung dalem Kelurahan Setonopade Kecamatan Kota Kediri Jawa Timur, kondisinya sangat memprihatinkan. Usianya yang sudah tua dalam keadaan lumpuh kedua kakinya, praktis sehari hari mbah Karti hanya bisa berdiam diri bahkan buang air kecil dan besar di pos kamling tersebut.
Hal tersebut di benarkan oleh Supadi (47) yang rumahnya paling dekat dari pos kamling tersebut, Supadi merasa prihatin dengan keadaan Mbah Karti “lha ya sudah di laporkan ke RT katanya sudah di ketahui oleh pihak Kelurahan Setonopande namun belum ada apa-apa (Mbah Karti masih tetap di pos Kamling red)” Tuturnya dengan prihatin. “Warga di sini suka rela membantu Mbah Karti, kalau ada makanan dan minuman apa ya di kasihkan ke Mbah Karti, jadi warga di sini cukup peduli dengan memberi bantuan seadanya. Ada nasi bungkus, mie sampai air galunan,” Sambungnya.
Menurut Supadi dirinya tentu tahu benar keseharian Mbah Karti karena rumahnya berhadapan dengan pos kamling tersebut. Praktis Mbah Karti hanya bisa mengandalkan bantuan dari warga sekitar pos kamling.
Meski warga dengan suka rela membantu namun Supadi yang mewakili suara masyarakat sekitar pos kamling pada umumnya berharap sekali agar pihak Pemerintah Kota Kediri segera menanggani Mbah Karti secepatnya.
Dinas Sosial Dan Kelurahan Setonopande Saling Lempar Tanggung Jawab
Sementara itu Kepala Kelurahan Setonopande Muharam yang ditemui di Kantornya (24/07) mengatakan dirinya sudah mengetahui tentang laporan Mbah Karti dari warganya, menurutnya dirinya sudah melaporkan hal tersebut ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) sebulan yang lalu. “Sudah diurusi, sudah Saya laporkan mbah Karti tersebut ke Dinas Sosial (Dinsosnaker) kurang lebih sebulan yang lalu. kita koordinasi terus bersama Masyarakat sekitar RT, RW dan pihak Kelurahan Setonopande. Semoga cepat diselesaikan oleh pihak Dinsosnaker, kata Lurah Muharam yang pada saat wawancara dengan MR di dampingi oleh Retno kasi kesra Kelurahan Setonopande.
Saat di tanya MR tentang identitas Mbah Karti, baik Muharam dan Retno mengakui belum mengetahuinya, “Wah Kita belum tahu, kata warga sih tahu tahu ada di situ sebelum puasa” Terang Kepala Kelurahan Setonopande tersebut.
Lebihlanjut Muharam berharap semua pihak ikut membantu akan nasib Mbah Karti, “Mohon bantuannya semua pihak agar masalah Mbah Karti cepat tertanggani, kasihan warga sekitar pos kamling akan terbebani dengan keberadaan Mbah Karti,” Harapnya.
Di tempat terpisah pihak Dinsosnaker Pemerintah Kota Kediri melalui Kasi Rehabitasi dan sosial Rice Oryza N Mengakui Dinasnya mendapatkan laporan dari pihak Kelurahan Setonopande terkait Mbah Karti sekitar sebulan yang lalu, Menurut Riris panggilan akrab Rice Oryza N, pihaknya mengeluhkan tidak ada peran serta masyarakat sekitar untuk membantu Mbah Karti. “Seharusnya warga ikut berperan serta mengantar orang tersebut ke UGD RSUD gambiran, setelah itu baru Kita yang mengurusi, masak Kita di telpon untuk mengurusi orang sakit, mohon di pahami Personil kita hanya 15 orang kita banyak menanggani orang miskin, bukan orang sakit,” Ungkapnya.
Lebih lanjut Riris menjelaskan protap penangganan kasus Mbah Karti sesuai prosedur yaitu masyarakat laporan ke Kelurahan terdekat, setelah itu Kelurahan membuat surat ke Puskesmas, setelah itu pihak puskesmas yang akan menangani dan pihak Puskesmas akan membuat diagnosa mau di rujuk kemana orang tersebut. “Jadi lebih gampangnya lagi warga atau siapa membawa orang tersebut ke UGD RSUD Gambiran (RSUD milik Pemkot Kediri-red), dan nanti kalau memang tunawisma atau tidak mempunyai keluarga pasti pihak RSUD Gambiran pasti akan menghubungi kita (Dinsosnaker -red), nanti kita yang akan menindak lanjuti “Papar wanita yang bangga dengan bidangnya yang identik banyak membantu orang miskin tersebut.
Sampai berita ini ditulis (31/7) kondisi Mbah Karti masih sangat memprihatinkan tergeletak di dalam pos kamling tersebut dan belum tersentuh bantuan dari instansi terkait. Dan lebih ironis pihak pihak dari instansi terkait di Pemkot Kediri terkesan enggan dan saling menunggu serta menyalahkan satu dengan yang lain. >> C@HYO
