Kuwu Anjatan Utara Ingin Manfaatkan Lahan Tidur

Indramayu, (MR)

BERKISAR 25 Hektare lahan pertanian di Desa Anjatan Utara Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, tidak bisa dimanfaatkan bagi kegiatan pertanian. Sebab, dilahan tidur itu berlumpur dan menjadi langganan banjir pada musim hujan. Setiap tahunnya.

Hal itu mengemuka dalam perbincangan antara Kuwu Anjatan Utara, Asmono, Ketua Kelompok Tani Semanggi, Mandong dan Wartawan MR Jakarta. “Kami mengharapkan Dinas Pertanian Indramayu, segera turun tangan dalam upaya memanfaatkan lahan pertanian tidur tersebut, untuk meningkatkan kegiatan ekonomi warga,” ujar Asmono, baru-baru ini.

Menurutnya, salah satu cara untuk dapat mengatasi persoalan Lumpur dan banjir diareal pertanian tidur itu, diantaranya dibuatkan saluran pembuangan air, sehingga bila musim hujan air bisa dibuang dari Hulu ke Hilir dengan cepat tanpa mengganggu tanaman disekitarnya.

Mandong, Ketua Kelompok Tani Semanggi Anjatan Uatara, mengungkapkan pihaknya memiliki 50 anggota yang aktif bertanam sayuran semanggi dengan luas sekitar 1 Hektare dilahan pertanian tidur tersebut. “ Kami mengucapkan terima kepada Kuwu Asmono, yang mendukung produksi semanggi sehingga sosial ekonomi keluarga bertambah baik,” pugkasnya. >> Abdullah

 

Related posts