Kunjungan Kadis Pendidikan Kotamobagu di SDN 3 Gogagoman

Kotamobagu, (MR) – Monitoring tatap muka di SDN 3 Gogagoman yang dilakukan langsung oleh Kadis Pendidikan Kotamobagu Dra. Rukmi Simbala, MAP dengan memasuki 12 kelas kebetulan di SDN 3 Gogagoman ada 12 ruang belajar yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk melihat langsung sistem pembelajaran yang ada telah sesuai dengan 3M dan itu benar-benar dilaksanakan di sekolah.

“Alhamdulillah saat ibu kadis ke sekolah kita semua sudah menjalankan 3M ada sarpras nya ada balihonya, bersyukur karena disekolah kita bukan hanya ada sarprasnya bukan hanya ada media petunjuknya tetapi anak-anak menjalankan semua itu,”Terang Grace selaku Kepala Sekolah SDN 3 Gogagoman.

“Yang pertama kita di sekolah melakukan tes PSB menggunakan alat thermogram dengan memilihat suhu badan anak-anak dengan nilai hampir rata-rata di pagi itu hanya 32°C sampai 35,5°C,”tambahnya

Tidak dengan hal itu saja. Kadis pendidikan juga bertanya langsung dengan anak-anak yang ada dan memang betul semua sudah berjalan sesuai prosedur  mulai dari mencuci tangan menggunakan masker menjaga jarak di kelas.

“Dan disini Kadis Pendidikan juga menjelaskan mengenai pembagian jam atau shift untuk belajar mengajar tatap muka terbatas dengan hanya jumlah 10 siswa tiap kelas meski ada 12 kelas untuk SDN 3 gogagoman 2 kelas itu jumlahnya hanya 21 orang jadi untuk sekolah ada dua shift ,kelas 1 2 3 Pukul 7 hingga 9 karena 1jp saat ini tinggal 30 menit kalau tatap muka biasa, dengan sebelumnya harus 35 menit 1jp tapi karena di saat pandemi ini hanya 30 menit dan untuk kelas rendah mengertinya kelas 1 2 3 hanya satu jam setengah atau 30 JP itu sesi pertama terus datang shift ke-2 kelas 1 tidak adanya istirahat sehingga kelas 1,2,3 langsung sambung KBM untuk shift ke-2 dari jam 9 sampai jam 10.30 jadi untuk kelas rendah dan untuk kelas atas kelas 4,5,6 itu tempat JP atau 2 jam disesi pertama 7.30 selesai 9.30 sesi kedua langsung disambung sampai selesai 11.30 jadi untuk KBM tatap muka hanya sampai 11.30,”terang kepsek.

Namun ada sedikit kendala yang terjadi yaitu masih belum semua orang tua menggunakan masker hanya itu baru untuk ibu kadis juga menyempatkan diri berkomunikasi kepada orang tua murid khusus kelas 1,2,3. (Neni)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.