Kota Tasikmalaya Termasuk Kategori DBK

Kota Tasikmalaya,(MR)
KALAKARYA dalam rangka Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (P-DBK) Kota Tasikmalaya dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H. Tio Indra Setiadi yang dilaksanakan di Aula Balekota Tasikmalaya.
Menurut Kadis Kesehatan Kota Tasikmalaya dr.H.Suherman mengatakan tujuan Kalakarya dilaksanakan yaitu merumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pendamping dan Puskesmas sehingga menghasilkan suatu model P-DBK yang bersifat kreatif spesifik sesuai dengan permasalahan yang ada.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), Survey Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Survey Potensi Desa (Survey PODES) yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2007 menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya termasuk kategori kota yang masih atau kategori Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK), lanjut dr. Herman.
Dalam sambutannya Sekda Kota Tasikmalaya Drs. H.Tio Indra Setiadi mengatakan bahwa kalakarya ini bukanlah merupakan pertemuan biasa yang bersifat formal akan tetapi kalakarya mengandung makna yang cukup dalam. Karena dengan kalakarya ini akan dipandu oleh Tim Pendamping dari Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, bukan hanya pada hari ini tapi untuk selamanya. Dengan pelaksanaan kalakarya ini diharapkan Kota Tasikmalaya menghasilkan kesepakatan model solusi untuk mengatasi masalah kesehatan yang tiada hentinya, kata H. Tio.
Sasaran pelaksanaan kalakarya adalah seluruh individu yang bertugas melaksanakan pendampingan dalam rangka P-DBK, seperti Dinkes Kota, Puskesmas, Kecamatan, Kelurahan, Tokoh Masyarakat/ Agama dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Adapun peserta kalakarya tersebut sebanyak 200 orang yang terdiri dari unsur Dinas/ Badan/ Lembaga/ Kantor Tingkat Kota Tasikmalaya, Camat, Puskesmas, Kelurahan, perwakilan dari Lembaga Perguruan tinggi, LSM, Organisasi Profesi, PKK, LPM dan MUI di Wilayah Kota Tasikmalaya. >> H. Ade Dimyati

Related posts