Bolmut, (MR)
Untuk memerangi gizi buruk di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan Kabupaten Bolmut memberikan perhatian khusus terhadap bayi dan balita yang ada di daerah ini.
Data yang di miliki dinkes Bolmut, sedikitnya 46 bayi dan balita penderita gizi kurang bisa berpotensi menjadi penderita gizi buruk, mengantisipasi hal itu, dinas kesehatan bolmut berupaya maksimal untuk memberikan pendampingan dan pelayanan terhadap ke 46 bayi dan balita tersebut.
Kepala dinkes bolmut dr jusnan mokoginta MARS, melalui kepala bidang pelayanan kesehatan (PELKES) Sofyan Mokoginta ketika di temui awak media ini di ruang kerjannya pekan lalu mengatakan, pihak dinkes suda turun lapangan bersama petugas gizi yang ada di sebelas pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) yang tersebar di Kabupaten Bolmut. “Pihak dinkes dan petugas gizi yang ada di sebelas puskemas melakulan kunjungan lapangan, sedikitnya ada 46 bayi dan balita yang kami dapati terindikasi gizi kurang dan berpotensi gizi buruk dan hal tersebut perlu penanganan serius,” ungkap Mokoginta.
Lanjutnya, “ke 46 bayi dan balita tersebut statusnya di bawah garis merah (BGM) dan pihak dinkes telah melakukan pendampingan maksimal melalui petugas gizi yang ada untuk rutin memberikan asupan gizi sehingga dengan demikian potensi gizi buruk tidak akan terjadi, kami juga suda menyediakan anggaran 198 juta untuk pemberian asupan gizi kepada 46 bayi dan balita tersebut meski kami menyadari anggaran tersebut masi kurang,” kata Mokoginta
Diapun berharap komitmen pemerintah daerah dalam hal ini dinas kesehatan bolmut untuk memerangi gizi buruk mendapat dukungan dari semua pihak,”memerangi gizi buruk bukan hanyya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masayarakat ikut bertanggung jawab terutama para orang tua,” tutup Mantan Dirut RSUD bolmut ini. >>Rinto Binolombangan
