Kinerja Bendahara SMKN 1 Tirtajaya Karawang Dipertanyakan

Karawang, (MR)
Lagi-lagi alasan madol/bolos kerja ituh bukanlah hal biasa dimanapun istilah ini seringkali di gunakan oleh para pelaku pegawai Swasta ataupun Pemerintah dimana pun lingkungan tempat dinasnya ada yang madol tanpa beralasan? Adapula madol tapi punya alasan? Dua hal yang berbeda tanpa alasan ini mungkin saja karena yang bersangkutan berhalangan secara memdadak ataupun karena urusan lain yang jauh lebih penting (emergency,red).
Sehingga tidak sempat memberi kabar/mis komunikasi dengan staf ataupun dengan pimpinan bisa diterima paham ini dan masuk akal tentunya satu hal madol dengan punya alasan pastinya memberi kabar dahulu bisa langsung atau tidak langsung lajimnya via ponsel atau telepon kantor dan sejenisnya. Aneka ragam makna madol seringkali kita dengar dan di lakukan tergantung kondisi juga keadaan pada waktu itu dan terjadi pada siapapun kemungkinannya.
Tapi madol yang satu ini mengherankan kita semua terjadi pada salah satu sekolah yang notabenenya adalah sekolah Negeri sebut saja SMKN 1 Tirtajaya Karawang, tapi apa hendak dikata memang begitu keadaanya bukan saja seorang bendahara yang melakukan madol atau juga pimpinan sekolah itu sendiri. Hasil telusuran kami Wartawan Media Rakyat di antara sekian sekolah yang sering kali kami kunjungi baik sekolah dasar, sekolah menengan pertama atau sekolah menengah atas manapun tidak seperti dengan sekolah yang di maksud yaitu SMKN 1 Tirtajaya Karawang, kenapa bisa terjadi seperti ini.
Sering kali ini di lakukan oleh seorang bendahara sekolah tersebut ketika setiap media atau wartawan maupun lembaga lainnya sulit bertemu dengan serang pimpinan sekolah/ bendahara sekolah dan ini terjadi madol berulang-ulang, setiap kami wartawan Media Rakyat berkunjung ke sekolah tersebut tidak pernah ada di tempat (diruang kerja), mungkin kalau satu dua kali tidak bertemu kami maklum, tapi kalau setiap kali berkunjung tidak pernah ada di tempat, tidak bisa bertemu, kenapa pertanyaannya lalu kemana?, sampai tidak bisa di temui, alasan apalagi karena kami yang berkunjung bosan dengan jawaban yang tidak jelas kalaupun sampai bertanya ke petugas keamanan selalu di jawabnya tidak ada atau barusan keluar dari Sekolah, dan lain-lain jawabnya petugas keamanan yang kami pertanyakan dan juga rekan media lain bertanya ada apa gerangan terjadi di tubuh sekolah SMKN 1 Tirtajaya Karawang.
Seperti tidak ada keharmonisan antara satu dengan yang lainnya didalam sekolah tersebut dugaan sementara itu adanya, kami Wartawan Media Rakyat setiap kali bertandang kesekolah tersebut selalu sulit tidak bisa bertemu dengan orang-orang yang berkepentingan di sekolah, lalu bagaimana kami bisa mengatakan bermitra dengan Wartawan kalau saja begini keadaannya.
Menurut laporan beberapa narasumber terkait hal-hal yang lain juga menyangkut segala sesuatu di sekolah tersebut dengan segala kondisinya, adanya laporan mengenai hal pungutan sekolah dari salah satu narasumber yang tidak bisa di sebutkan namanya, apakah seorang Walimurid atau mungkin orang lain yang tahu dalamnya sekolah di maksud. Belum lagi menyangkut pembangunan pembangunan yang ada di dalam sekolah dari yang sudah di laksanakan bangunannya dengan yang sebelum pernah di bangun nyaris sulit untuk di ketahui ada beberapa bagian sekolah yang bisa di temui antara lain Kepsek, Wakasek, Bendahara, Komite dan humas sekolah tapi kenapa?.
Tidak seperti di sekolah lain mudah dan gampang ketika mau bertemu dan selalu ada salah satunya dari yang kami sebutkan tadi agar dapat menemuinya siapapun kecuali wartawan seakan sulit untuk dapat di terima masuk di sekolah tersebut, padahal kami sudah saling mengenali mereka, pertanyaannya ada apa di sekolah itu?, begitu dapatnya Informasi yang bisa kami gali dari sekolah yang dimaksud mengherankan, banyak pihak bukannya tulisan ini sebuah kritikan kami dapat di terima dengan baik dan positif tidak ada negatif thinking kepada siapapun yang berkunjung ke sekolah SMKN 1 Tirtajaya Karawang, pakailah slogan “Wellcome Is To School”, semoga saja ada perubahan kedepan seperti yang diharapkan banyak pihak. >>Nanang S

Related posts