Ketua Komisi II Peduli Kaum Duafa

Ketua Komisi II DPRD Natuna Abil Hanafi

Natuna (MR)

Mobil  Toyota Fortuner  E 1 EY warna  hitam  meluncur  cepat, jumat  08/07. Tidak kurang dari 25 menit, Perjalanan dari Kota Ranai, akhirnya sampai di pelabuhan Binjai. Sosok lelaki separuh baya itupun turun  bersama rombongan.Beberapa warga langsung menyapa dan  bersalaman, pertanda Ketua Komisi II DPRD Natuna Abil Hanafi, akrab dan bersahabat  dengan masyarakat.

Sambil menunggu   kapal , Ia menikmati minuman di sebuah warung, beberapa masyarakat, bertutur sapa dengannya. Sesekali terdegar tawa dan canda,tertanda ada kegembiraan saat berjumpa dengan wakil rakyat ini. Tak  lama menunggu, Kapal  cepat   SB Mitra Bahari tiba. Beberapa penumpang keluar berdesakan. Singkat cerita Kapalpun berangkat menuju Sedanau. Ternyata Wakil Rakyat  ini, sedang pulang kampung.

Perjalanan menuju sedanau tidaklah lama, sepanjang perjalanan, hanya suara gemuruh mesin  kapal, disertai  desiran air yang terdengar. Tiba di pelabuhan  Sedanau, beberapa  masyarakat telah menanti kedatangannya .Dengan memakai   Honda Supra, Dia  menuju  tempat tinggalnya. Sepanjang  jalan, terlihat warga  melambaian tangan .

Tak pernah ada kata lelah menyapa warga.Meski hari libur, berbagai kegiatan terus dilakukan, demi kepentingan masyarakat. Wajar saja  sosok yang satu ini selalu di puja  dan dinanti masyarakat.Tiba dikediaman, bukan berarti dapat  berleha-leha, sepanjang malam masyarakat datang, untuk mengadu dan mengeluarkan unek-unek. Semua aspirasi  warga  ditampung, sebagai PR baginya, untuk peningkatan pembangunan dan perekonomian  masyarakat Natuna.

Tanpa disadari warga, Abil Hanafi diantar ke Dokter untuk berobat.Sebab besok pagi akan  ada kegiatan  Sunatan  massal  dan pemberian bantuan bagi  kaum Duafa (Orang Tua lanjut usia) serta pemberian hadiah bagi anak berprestasi disekolah. Hasil pemeriksaan dari dokter, Abil dinyatakan  kecapean, butuh istirahat.” Pak Abil kecapean saja dan butuh istirahat”.Analisa dokter memang benar, habis melakukan kunjungan kerja, Ketua Komisi II DPRD Natuna ini, tidak ada istirahatnya. Meski Sabtu  merupakan  hari libur, Dia tetap bekerja dan berbuat untuk masyarakat.

Sabtu pagi, pekan lalu,  sejumlah  anak-anak dari usia 8 tahun hingga 16 tahun  ramai berkumpul di Puskesmas Sedanau.Mereka didampingi orang tuanya. Sesekali  mereka bertanya, mana Pak Dewan kita kok  belum  muncul, celetuk  warga.Waktu baru menunjukkan pukul 08,00wib sementara kegiatan baru dimulai pukul 8,30 wib.
Tak lama kemudian  Ketua komisi II itu pun muncul. Dengan pakaian batik warna coklat, cukup sederhana.

Dia  langsung menyapa warga.Puluhan anak-anak  mau di sunat, turut disalami. Setelah masuk didalam ruangan salah satu Puskesmas, Acarapun dimulai, dalam sambutannya, Abil hanafi berkata, kegiatan ini dilakukan untuk membantu warga yang tidak mampu menyunatkan anaknya.Ini merupakan wujud kepedulian Dia, sebagai wakil rakyat, paparnya.”Saya ingin berbagi rezki kepada orang yang membutuhkan”.

Sementara anak-anak  disuguhi makanan, acara sunat massalpun dimulai. Tidak sedikit yang takut dalam acara itu. Bahkan ada peserta menangis saat disunat.

 

Abil Hanafi, turut menyaksikan anak-anak saat disunat. Sambil memberikan suffort, Ketua Komisi II dari Praksi PAN itu, tak henti-henti  memberi   semangat. Sesekali Dia  menyengat keringat dari dahinya. Tak kenal lelah merupakan motto dalam hidupnya.

Faridah salah satu orang tua yang disunat,   mengatakan. “Kami sangat berterima kasih banyak kepada Pak Dewan kita, dengan ekonomi    saat ini  saya belum tentu dapat menyunatkan anak saya. Hidup sebagai  istri nelayan tradisional mata pencaharian pas-pasan.Dengan adanya bantuan gratis Sunatan massal, diselenggarakan oleh  Pak  Dewan  dari praksi PAN, kami masyarakat kecil merasa tertolong. Jarang lo ada orang mau berbagi rezki dengan masyarakat kecil seperti kami.” tutur  Faridah berse-mangat.

Sepanjang hidupnya, sosok Abil hanafi, dikenal sangat   dermawan.Meski belum jadi anggota Dewan Anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan Johari Simok dengan jainab ini, dikenal  suka membantu. Hal inilah  membuat Dirinya  berjalan mulus menduduki kursi di legislative Natuna. Kalau memang ada rizeki, tak pernah orang kosong jika menghadapnya minta tolong. “Kalau bapak tak percaya, lihat aja nanti dikediamannya , Pasti banyak masyarakat datang  kerumah  untuk mengadu, kata  Faridah memastikan.

Lain halnya dengan  Sakum. Nelayan yang  tinggal di air batu, mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada Abil Hanafi.Terus terang, jika mengharapkan uang dari hasil nelayan, takkan mungkin dapat  menyunatkan anak. Sebelumnya, ada juga sunat massal dari PNPM, dengan cara pinjaman,Cuma kita tak dapat. Karena  yang dapat anggota PNPM saja. keluh Sakum.

Sekarangkan  beda, biaya  semua ditanggung Pak Abil, anak dikasih uang  untuk beli susu, pulang juga diantar pakai mobil. Mudah mudahan rezki beliau bertambah banyak, sehingga makin banyak masyarakat tak mampu, dapat  terbantu.Sebagai masyarakat biasa, kita ingin kegiatan ini merupakan rutinitas baginya, kalau dapat dilakukan  2 kali dalam setahun.
Mengenai  pembangunan di Kecamatan Sedanau, meningkat tajam. Cuma kita sebagai Nelayan, adanya peningkatan perekonomian  dan pendidikan serta kesehatan. Inilah harapan kita kepada Wakil rakyat ini.

Sakum juga mengakui, ada beberapa bantuan dari DKP untuk nelayan,Namun selama ini, penyalurannya tidak tepat sasaran. Saya selaku nelayan tradisional belum pernah mendapatkan bantuan, seperti jarring , alat pancing, dan radar , malah yang dapat Petani, inikan tak masuk  akal. Untuk itu Dia berharap kiranya Wakil rakyat dari Sedanau itu, dapat memantau jika ada bantuan untuk masyarakat agar penempatannya tepat sasaran.Banyak bantuan dari Dinas Kelautan, Cuma yang seharusnya berhak mendapat tidak kebagian.

Saya percaya Pak Dewan kita,  peduli bagi masayarakat kurang mampu. Lihat aja penampilan-nya, biasa-biasa saja, dan tetap tampil sederhana. Meski sudah berkecukupun dan matang dalam ekonomi, sipat dan keramahannya tetap saja.Kita senang melihat  Abil Hanafi, bukan karena beliau dermawan , tapi senyum dan keramahannya, membuat orang  selalu terkesan, dan tak bosan untuk berjumpa.

Masyarakat Sedanau umumnya Nelayan, hanya segelintir saja petani. Sulitnya kami menangkap ikan, dikarenakan ulah nelayan dari  tegal.Meski sudah ada aturan jarak tangkap, namun mereka sering melanggarnya. Imbasnya kami nelayan tempatan. Ada sekitar 200 san kapal Tegal beroperasi di daerah Selaut dan tolong moro. Pada hal daerah ini termasuk tempat nelayan tradisional menangkap ikan.Dengan beroperasinya nelayan tegal di daerah ini, penghasilan kami terancam. Untuk itu kiranya Pak Dewan dapat mencari solusinya nanti.

Mengingat perkembangan pembangunan di Sedanau semakin pesat, air bersih perlu diwaspadai. Jika musim kemarau tiba, air bersih di Sedanau sangat sulit didapat. Memang ada pengelola air bersih dari pihak swasta, harganya agak mahal. Kalau dapat di Sedanau ada PDAM, sehingga harga terjangkau.

Sementara itu Ketua KOMISI II DPRD Natuna  dari Praksi PAN (Partai Amanat  Nasional) saat dijumpai disela-sela kesibukannya, saat menyaksikan sunat massal, dengan senyum Ia berkata, apa yang dapat saya bantu, kata politikus muda itu, sambil menuju sebuah kursi. Dengan sikap ramah dan bersahaja, Ia mempersilahkan wartawan untuk bertanya.

Abil Hanafi bersama Istri Ernita phota dengan anak berprestasi di sekolahIkuti wawancara khusus dengan Ketua Komisi II DPRD Natuna,  Abil Hanafi.

Boleh tau kegiatan ini dalam rangka apa  Bang?
Kegiatan ini adalah sunat massal.Mengingat sebentar lagi kita menyambut bulan suci romadhon, maka Saya mau berbagi rasa, berbagi rezki, bagi mereka yang tidak mampu.Dengan dilakukannya kegiatan ini, beban orang tua untuk menyunat anaknya dapat terlunasi.

Apakah kegiatan ini merupakan rutinitas ?
Ia, Sebenarnya kegiatan seperti ini sudah lama kita lakukan, Cuma caranya saja yang berbeda.Artinya, jika sebelumnya, kita langsung mendatangi  mereka, dengan cara memberikan langsung biaya kepada orang tua masing-masing.Tapi kali ini kita ingin tampil beda, membuat kegiatan langsung terbuka.

Ada berapa orang yang ikut sunat massal, serta dari kalangan  dan warga mana ?
Dari jumlah yang telah didata, ada puluhan orang  mau ikut sunat gratis.Mereka semua termasuk dari golongan tidak mampu dan dari RT atau desa yang berbeda. Artinya bukan satu tempat.

Selain melakukan Sunat massal, apa saja kegiatan hari ini.
Usai melakukan sunat massal, kita berencana akan membagi-bagikan  sembako diantaranya: beras, gula, minyak sayur,sabun mandi, indomie dan garam bagi kaum Duafa( orang tua lanjut usia),ditambah bantuan berupa uang, baik pada yang ikut sunatan massal, maupun bagi orang tua lanjut usia.Kemudian akan ada pembagian hadiah dan uang bagi anak-anak berprestasi disekolah. Gunanya untuk memberikan semangat dan motipasi agar lebih giat belajar.

Kami dengar, Anda tadi malam sakit, tapi masih berusaha hadir dalam kegiatan sosial
Benar, Tadi malam Saya memang kurang sehat, kata dokter terlalu kecapean. Walaupun begitu, namanya  tamu jika sudah datang kerumah, tak mungkin ditinggalkan, Saya sebagai wakil rakyat harus dapat menampung apa aspirasi mereka. Sebab, bukan setiap hari saya dapat berjumpa dengan mereka.Ini sudah merupakan tugas dan kewajiban kita.

Sebagai wakil rakyat terpilih, bagaimana anda melihat perkembangan Kecamatan Sedanau?
Hampir dua tahun  menjabat jadi anggota dewan, perkembangan Sedanau maju pesat. Ini bukan hanya omongan saja, mungkin anda juga sudah melihat sendiri serta mendengar  dari masyarakat.Untuk tahun ini saja,ada beberapa paket proyek pisik kita plot di sini.

Selain pisik apa lagi program anda?
Untuk tahun 2012 mendatang, melalui aspirasi masyarakat, proyek pisik akan kita kurangi, kecuali proyek penting. Kita berencana pokus kepada ekonomi kerakyatan. Peningkatan ekonomi kerakyatan dinilai sangat perlu, oleh karena itu pisik akan dikurangi dan dananya dialihkan kepada ekonomi kerakyatan.Untuk nelayan, nanti akan kita lakukan pemberian jarring atau bubu serta radar tangkap ikan, sehingga penghasilan nelayan  meningkat.Dengan demikian, ada peningkatan tarap hidup dalam keluarganya.

Menurut beberapa nelayan, selama ini banyak bantuan dari DKP tapi tak tepat sasaran
Memang benar, sayapun sudah dengar beritanya. Untuk mengantisipasi hal itu,diperlukan data  akurat dan jelas siapa saja mereka yang benar-benar bekerja jadi nelayan. Artinya bukan nelayanan musiman. Penyalurannya juga harus kita pantau agar tidak ada cemburu social. Pokoknya tepat sasaran. kata peraih suara terbanyak  pada pemilihan legislative tahun 2009 lalu itu.

Bagaimana dengan Petani
Petani juga termasuk program 2012 ujar  ketua umum PPA (Persatuan Pemuda Arjuna) dari dulu hingga sekarang.Tahun 2012 kita akan memberikan bantuan berupa  sapi  produktif 1 pasang, ditambah  bibit karet. Sapi produktif , prosesnya cepat, sebab dalam hitungan 2-3 tahun sudah beranak.Dengan demikian, petani sudah bisa menikmati hasilnya. Untuk karet, nanti akan diberikan bibit unggul. Karet  prospeknya cepat, jika dirawat dengan baik, dalam awaktu 4-5 tahun sudah dapat diaret. Harganya juga lumayan. Program ini akan kita utamakan, dan jadi program unggulan.

Untuk ekonomi kerakyatan
Sesuai dengan program Bupati terpilih, pedagang akan dapat pinjaman lunak dari Bank, diambil dari APBD daerah.Kita tinggal melaksanakan saja, mudah mudahan tidak ada kendala, dan kawan-kawan  di Dewan dapat menyetujuinya.”Pemerintah daerah akan menyerahkan uang di Bank untuk dipinjamkan kemasyarakat, tanpa bunga,dan ini sudah pernah diutarakan oleh Bupati lewat media.

Apa resepnya, anda selalu dipuja masyarakat?
Secara pribadi, kita tidak punya resep apa-apa. Pembawaan saya dari dulu sampai sekarang begini saja, tidak ada yang beda.Mungkin karena saya suka menyapa dan murah seyum  membuat  mereka senang melihatnya. Tidak ada resep khusus.

Bagaimana dengan air bersih, dan bak air milik Pemkab yang tak berpungsi?
Air memang sangat penting bagi kehidupan, Disedanau ada 3 pengusaha swasta untuk air bersih, saya rasa masih cukuplah. Mengenai proyek bak air bersih yang dibangun tahun 2007 belum dipungsikan, sudah salah dari awalnya. “Perencanaannya sudah salah”. Seharusnya  dari awal, mau dicari sumber air dulu bukan bak penampungan.Kalau air sudah ada barulah bak penampungan kita pikirkan.

Apa solusinya?
Mengingat ini untuk kepentingan masyarakat banyak, nanti akan kita rapatkan dulu dengan beberapa rekan anggota dewan.Bagaimana caranya mencari sumber air bersih agar bak penampungan dapat dipungsikan dengan baik, katanya.

Untuk Penerangan?
Untuk pasilitas penerangan saya rasa tidak ada masalah, listrik sudah 24 jam hidup, kalau adapun pemadaman, wajar saja, mungkin ada perawatan mesin atau ada trable.Saya berharap selama jadi anggota dewan  akan berusaha untuk mewujudkan jalan lingkar kota Sedanau terbuat dari beton, tidak ada dari kayu lagi.Paparnya. (Roy)

Related posts