
Natuna(MR) – Nuraida tertunduk lesu kala dirinya duduk dikursi rumahnya sabtu 18/07/2020.
Rumah beralamat di Jalan Hasan Ramli Gang Iklas itu, merupakan, Guru TK Angkasa dari anak korban kebakaran.
Rasa impati yang sangat besar, membuat sang guru, berusaha membawa anak itu, untuk diinapkan dirumahnya.
“Saya hanya seorang guru TK dari anak korban” Ucap Nuraida. Sebab Bapaknya masih dirumah sakit karena mengalami luka bakar. katanya, saat dikunjungi
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dr. RiKa Azmi S.TP MM.

Sang Kadis tidak sendirian, dia didampingi Kabid PPPA Yuli Ramadhanita bersama Pisikolog dan Puspa.
Menurut Rica. kedatangannya bersama rombongan, untuk memberikan semangat dan bantuan untuk anak-anak korban, nantinya akan didampingi psikolog P2TP2A. Jika ada trauma, bisa ditangani dengan cepat.
Hal senada juga dikatakan Sumarni psikolog, yang turut dalam kunjungan itu. Anak korban kebakaran, butuh pendampingan untuk menghilangkan trauma healing. Nantinya anak anak tersebut akan dibawa ke kantor P2TP2A, guna menghilangkan trauma healing.ucapnya.
Butuh Bantuan Pemkab.
Tempat terpisah, Rasto (38)merupakan korban kebakaran, saat dikunjungi di kediaman keluarga, mengaku mengalami kerugian Rp. 300 juta.
Pemilik konter dan toko obat di jalan Datok Kaya Wan Muhammad Benteng itu, mengaku, tidak satupun bisa menyelamatkan harta bendanya. Sebab kata dia, api dalam sekejab menjalar cepat. Tidak kurang 5 minit, 5 ruko rata dengan tanah. Meski demikian Ia masih bersyukur, karena keluarganya selamat dari musibah itu.
Oleh sebab itu, Ia berharap adanya bantuan dari Pemerintah Daerah, guna meringankan beban keluarga./Roy.
