Kemendikbud Berdayakan Peran Balitbang

Jakarta,(MR)

Keberadaan Badan Peneli-tian dan Pengembangan (Balit-bang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendik-bud) memiliki peran strategis dalam implementasi pembangu-nan pendidikan dan kebuda-yaan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendik-bud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, menyatakan Balitbang Kemendikbud meru-pakan unit utama yang bertu-gas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain itu, juga memberikan masukan kepada Mendikbud dalam menyusun dan menetap-kan kebijakan.

“Balitbang memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan yang ber impli-kasi luas dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan serta pembangunan bangsa,” kata Musliar Kasim usai membuka Lokakarya Nasional bertema Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang dalam Rangka Reformasi Birokrasi, Minggu (23/10).

Menurut dia, Balitbang harus dapat menjadi penunjuk jalan dalam pencapaian Renstra dan perumusan visi Kemen-dikbud. Ia menegaskan fungsi Balitbang tidak terbatas pada penelitian dan pengembangan, namun akan lebih dipertajam pada fungsi-fungsi yang bersi-fat pengendalian (preventif), yaitu mereview dan mengoreksi proses yang berjalan untuk perbaikan kinerja instansi, baik instansi Balitbang dalam lingkup kecil maupun instansi Kemen-dikbud dalam lingkup luas.

Perlu Libatkan Perguruan Tinggi

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Musliar Kasim mengatakan bahwa lembaga-lembaga pene-litian yang berada di perguruan tinggi perlu dilibatkan dalam program yang digagas Badan Litbang Kemdikbud. “Balitbang Kemdikbud perlu melibatkan lembaga-lembaga penelitian perguruan tinggi dalam mela-kukan penelitian, agar hasil yang dicapai lebih berkualitas,” kata wakil menteri Kemendikbud bidang pendidikan itu saat membuka Lokakarya Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang Kemdikbud di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu kemarin.

Dikemukakannya, sejauh yang ia ketahui, saat masih menjabat sebagai Rektor Universitas Andalas, Padang, Su-matera Barat, lembaga peneli-tian perguruan tinggi jarang dilibatkan dalam program Balit-bang Kemdikbud. “Balitbang Kemdikbud sebelumnya tidak ada hubungannya dengan Litbang-litbang pergu-ruan tinggi dan daerah,” katanya.

Hal tersebut, lanjut Prof Musliar Kasim, sangat disa-yangkan, karena keberadaan Litbang perguruan tinggi di daerah dapat dimanfaatkan Balitbang Kemdikbud dalam melakukan penelitian-penelitian di daerah.

“Litbang perguruan tinggi di daerah lebih tahu tentang kondisi di daerah masing-masing. Pelibatan mereka, akan membuat kerja Balitbang lebih efesien dan hasil yang dicapai dalam penelitian lebih baik,” paparnya.

Oleh karena itu Prof Musliar Kasim mengapresiasi penye-lenggaraan Lokakarya Pena-jaman Peran dan Fungsi Balit-bang yang melibatkan balitbang dari berbagai kementrian, balitbang daerah serta lembaga penelitian perguruan tinggi.

“Sejauh yang saya ketahui, lokakarya ini merupakan kegia-tan terbesar yang pernah dila-kukan Balitbang dengan banyaknya peserta dari berbagai perguruan tinggi dan daerah,” ujar Musliar Kasim seraya menegaskan lokakarya tersebut sebagai kegiatan resmi pertama yang diikutinya sejak dilantik sebagai Wamendikbud tiga hari lalu.

Prof Musliar mengharapkan Prof Khairil Anwar Notodiputro sebagai Kabalitbang baru, agar mempertahankan dan terus mengembangkan pelibatan litbang dari berbagai perguruan tinggi dan daerah dalam proses penelitian dan pengambilan keputusan.

Pelibatan litbang dari berba-gai perguruan tinggi dan daerah diyakini Prof Musliar akan mendatangkan manfaat besar bagi Balitbang maupun Kemdik-bud dalam mencapai hasil penelitian terbaik untuk mela-kukan perbaikan bidang pendi-dikan dan kebudayaan sesuai dengan tuntutan bangsa.

Lokakarya Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang Kemdik-bud diikuti sekitar 200 peserta, yang terdiri dari Balitbang ber-bagai kementrian, Balitbang daerah dan perguruan tinggi yang dilangsungkan hingga Senin (24/10). >> Nokipa

Related posts