KELANGKAAN GAS MELON DI GUNUNG SARI, DIDUGA ADA AGEN YANG NAKAL. APA TINDAKAN DINAS TERKAIT ??

PEMALANG JATENG, [MR] – Terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Desa Gunung Sari Kecamatan Pulosari, disinyalir ada dugaan dari pihak agen PT. PILAR KENCANA BHAKTI yang disinyalir berselisih paham terhadap pangkalan atas nama Tamso, warga Desa setempat.
Hasil pantauan dan informasi yang didapatkan Media Rakyat di lapangan beberapa waktu yang lalu, telah diperoleh informasi dari beberapa pihak, termasuk pihak dinas terkait, yakni Diskoperindag Kabupaten Pemalang, dimana dalam hal ini pihak dinas terkait mempunyai tugas dan wewenang turut serta mengawasi jalannya penyaluran Gas bersubsidi elpiji 3 Kg.
Sementara itu, Tamso mulai membeberkan apa yang sebenarnya terjadi. Mulai dari dia sebagai pangkalan PT. Pilar Kencana Bhakti yang diduga telah diputus kontrak secara sepihak tanpa penjelasan, kemudian keinginannya untuk mendapatkan haknya sebagai pangkalan yang sudah sekitar satu tahun terakhir ini tidak dikirim lagi gas elpiji 3 Kg oleh pihak PT. Pilar Kencana Bhakti.
“Sampai sekarang dari pihak agen tetap nggak ada kabar dan dari dinaspun tidak ada kabar. Dan kita sudah memberikan pengaduan (pada pihak dinas yang sidak) tentang keadaan situasi di Gunung Sari [terkait gas 3 Kg], yang mana harga gas semakin tinggi, yang tembus sampai Rp.28 ribu,” Paparnya kepada wartawan ketika ditemui dirumahnya.
Bahkan, sempat beberapa waktu lalu, lanjut Tamso, pihak dinas terkait menemuinya dan sempat dimintai keterangan di Balai Desa Gunung Sari. “Nanti, In Syaa Allah tindakan kita, kita mau ke agennya pak Silaturahim. Nah, kita mau minta daftar pangkalan terbaru. Nanti kalau memang betul Pak Tamso sebagai pangkalan dari PT. Pilar Kencana tersebut, nanti kita koordinasi biar pak Tamso mendapat alokasi lagi,” Ungkap Budi selaku staff yang diperintahkan oleh kepala seksi distribusi dan perlindungan konsumen Diskoperindag Kabupaten Pemalang, Tyas Kusbudiarsih.
Dipihak lain, Siska selaku Direktur PT. Pilar Kencana Bhakti, melalui staff administrasi Azizah, sempat memberi keterangan melalui telepon seluler. Mengenai pangkalan atas nama Tamso memang sudah tidak dikirim karena ada kelalaian yang dilakukan oleh pihak pangkalan. “Ohh kalau pak Tamso itu sudah nggak jadi pangkalan itu pak,dari tahun kemarin [2021], kalau mau konfirmasi nanti sama bu Siska,” Dalihnya.
Namun demikian, sejauh ini ketika awak Media Rakyat meminta ijin untuk konfirmasi lebih lanjut, pihak PT. Pilar Kencana Bhakti belum bisa untuk ditemui, dengan alasan masih sangat sibuk. Bahkan, Azizah menyarankan agar awak media menghubungi seseorang bernama Riky yang menurut dia adalah korda di Kabupaten Pemalang untuk keterkaitan kelangkaan gas elpiji, yang notabene menurutnya adalah sebagai korda gas elpiji 3 Kg. Hingga berita ini dinaikkan, Azizah belum memberikan nomor telepon atau seluler yang bersangkutan, sesuai yang dijanjikannyadijanjikannya kepada wartawan Media Rakyat. [SatriyoAdie]

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.