Bombana, (MR)Pimpinan Partai Politik Pendukung, KPUD, Panwas dan Stakehoder terkait bersepakat untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang kondusif dan damai. Hal itu ditandai dengan penandatangan kesepakatan yang berlangsung di Aula Rekonfiu Polres Bombana, Rabu (17/1).
Kesepakatan tersebut berkat ide cemerlang Kapolres Bombana, AKBP Andi Adnan Syafruddin, SH., SIK yang menginisiasi pertemuan secara sederhana dalam bentuk Coffe Morning bersama Bupati Bombana, H. Tafdil, SE., MM dan Pimpinan Parpol, Penyelenggara Pilgub serta stake holder terkait. Sebelum penandatanganan kesepakatan, Kapolres, Bupati, Ketua KPUD dan Ketua Panwas secara bergantian memberikan sambutan yang diawali dengan sambutan Kapolres Bombana.
Kaplres dalam sambutannya menghimbau agar dalam kontestasi politik Pilgub dan Pilcaleg mendatang agar para kontestan dapat bersaing dengan sehat. Dan sebagai aparat, kata dia, Polres Bombana akan senatiasa menjaga netralitas.
Sedangkan Bupati Bombana dalam sambutannya meyakini kalau Pilgub nantinya akan berlangsung kondusif di daerah yang dipimpinnya, namun kata dia, upaya pencegahan tetap harus dilakukan.
Sementara Komisioner KPUD Bombana, Drs. Arisman menyampaikan bahwa terkait dengan Pilgub Sultra, pihak KPUD Bombana memulai pelaksanakan pemutakhiran data pemilih pada tanggal 20 Januari 2018 yang diawali dengan penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) PPDP.
Ketua Panwaslu Kabupaten Bombana, Hasdin Nompo, S.Sos menyampaikan kalau PNS tidak diharamkan menghadiri kampanye pasangan calon, namun yang dilarang bila menggunakan atribut calon, meneriakkan yel-yel dan mempengaruhi masyarakat untuk memilih salah satu calon.
Bagi penyelenngara, TNI, POLRI dan PNS juga dilarang mengucapkan kalimat yang merupakan akronim pasangan calon yakni AMAN (Ali Mazi-Lukman Abunawas), SURGA (Asrun-Hugua) dan RAISA (Rusda Mahmud-Syafai Kahar). Hal ini, kata Hasdin, bertujuan untuk menjaga netralitas. >>HT
