DUDUK BERSANDAR Kaharuddin terlihat, gerah, Sesekali Ia, menggeser badannya dari tempat duduk. Maklum AC pendingin ruangan sedang bermasalah, sehingga membuat situasi didalam ruangan terasa panas. Meski demikian, Ia tetap disibukkan segudang pekerjaan. Di meja kerja, terpampang layar monitor komputer, Sambil mengotak atik, sesekali Ia mengelap keringat di wajahnya. Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna itu, memandang serius layar monitor tentang tulisan Peringkat Kelulusan Ujian Nasional Kabupaten Natuna pada 2010, 2011 dan 2012. Dilayar monitor, persentase kelulusan UN di kabupaten berada diujung utara Indonesia ini terus menerus mengalami peningkatan. Dengan jabaran, pada 2010, persentase kelulusan sebesar 77,14 persen, 2011 sebesar 92 persen dan 2012 sebesar 95,75 persen.
Meski persentase kelulusan naik secara signifikan, namun Natuna hanya mampu meraih peringkat ke 5, 6 dan terakhir ke 7 dari tujuh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). “Tiga tahun lalu, persentase kelulusan kita murni kemampuan para pelajar tanpa campur tangan pihak manapun,” kata Kahar, sedikit ragu-ragu, apakah kabupaten atau kota lain se-Kepri mempunyai persentase murni kemampuan pelajar dalam kelulusan UN. “Kita akan buktikan, UN tahun ini, karena nilai prestasi siswa murni dari otak. Artinya satu sama lain tidak bisa saling bantu, karena soal materi berbeda. Menghadapi UN 2013, tidak bisa menyontek ke-pelajar lain, atau meminta bantuan para guru, pengawas maupun kepala sekolah.
Berbeda tiga tahun sebelumnya, soal ujian sama se-Indonesia. “Dalam menghadapi UN mendatang, kita dari dinas dan pihak sekolah terus menerus melakukan terobosan,” kata Kahar. “Target kita, tingkat kelulusan tahun ini, 98 persen,” katanya.
Kaharuddin penuh optimis kepada Wartawan Koran Ini Beserta Rekannya Pekan lalu, saat ditemui diruang kerjanya berukuran 3 x 4 meter dengan suasana sedikit panas.,” terang Kahar.
Ikuti Petikan Wawancara Khusus, Dengan Kabid Dikmen Natuna :
Sebelum berbicara tentang UN, Anda Menjabat Kabid Dikmen Baru Setahun, Apa Yang Pertama Sekali Dibenahi Ketika Menjabat ?
Berbicara membenahi pendidikan, kita tidak bisa melihat setengah-setengah. Dunia pendidikan sangat luas. Artinya, banyak hal harus kita lihat dan pelajari, dari tenaga pendidik(Guru) hingga tenaga pendidikan. Tenaga pendidik dengan tenaga pendidikan berbeda tugas dan fungsi.
Tenaga pendidik itu, guru. Sedangkan tenaga pendidikan, yaitu : kepala sekolah, pengawas, labor sampai perpustakaan. Semua ini kan tenaga atau sumber daya manusia. Lalu, kita harus lihat satu persatu pula. Terlebih dahulu, kita bahas soal guru. Kita batas lagi, guru UN. Realita dilapangan, kita masih banyak kekurangan guru UN. Ini sangat berdampak,dalam pencapaian kelulusan tahun lalu.
Ada Perbedaan Antara Guru UN Dengan Guru Biasa?
Maksud saya, guru UN itu mengajar pelajaran bidang UN. Dalam UN terdiri sembilan bidang, yaitu : Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Geografi dan Ekonomi. Dari sembilan bidang ini saja kita masih kekurangan. Sehingga guru yang biasa mengajar Biologi terpaksa difungsikan mengajar Matematika atau Fisika. Namanya, salah kamar. Yang mengajar bukan ahlinya. Otomatis pelajar mengikuti UN kurang maksimal.
Kita juga bermasalah dengan tenaga pendidikan. Jujur, tenaga pendidikan, khususnya pengawas kita terbatas. Sementara wilayah Natuna sangat luas. Antara satu kecamatan dengan kecamatan lain, terpisah lautan. Jika tenaga pengawas terbatas, apa yang bisa kita perbuat.
Pada 2010, Natuna Rangking ke 5 se-Provinsi Kepri, Kenapa 2012 Bisa Rangking Terakhir?
Memang pada 2010, kita rangking ke 5, pada 2012, rangking terakhir se-Kepri. Sebenarnya persentase kelulusan kita tidak anjlok. Dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hanya kabupaten atau kota lain se-Kepri, kemungkinan lebih giat menaikan rangking kelulusannya. Kita tidak tahu, bagaimana strategi para guru dan pelajar dikabupaten atau kota lain, mampu menaikan rangking kelulusan mereka.
Semua itu akan terjawab pada UN tahun ini. Kenapa saya katakan demikian, sebab UN tahun ini, tahun kejujuran. Soal ujian berbeda satu pelajar dengan pelajar lain. Otomatis mereka tidak bisa menyontek, atau guru membantu menjawab soalnya.
Diduga Para Pelajar Atau Guru Kabupaten Atau Kota Lain, Melakukan Kecurangan Dalam UN 2012?
Saya tidak bicara seperti itu. Yang jelas, UN tahun ini, tahun kejujuran. Kalau tahun ini kita peringkat terakhir se-Kepri, kita hormati. UN tahun lalu, saya tidak berani bicara, semua serba mungkin (maksudnya dugaan terjadi contek dan guru membantu murid menjawab soal UN-red). Kenapa hal itu bisa terjadi, sebab guru atau kepala sekolah takut, jika para pelajarnya tidak lulus.
Dari Bahasa Anda, Diduga Kabupaten Atau Kota Lain, Pelajarnya Melakukan Contek Atau Guru Membantu Menjawab Soal UN?
Dugaan itu bisa saja terjadi, tapi tahun ini tidak mungkin. Sebab UN 2013, tahun kejujuran dan murni Dari otak.
Menghadapi UN Tahun Lalu, Natuna Melaksanakan Dengan Jujur?
Dalam pandangan saya, iya. Malahan tahun lalu, saya membuat surat fakta intergritas tentang kejujuran. Ditanda tangani pihak sekolah. Dihari ujian, saya kirim pesan singkat ke seluruh sekolah. Dalam pesan singkat, pihak sekolah harus mematuhi fakta intergritas. Jujur, objektif dan transparan.
Pada 2012, Anda Telah Menjabat Kabid Dikmen?
Saya dilantik Maret 2012. UN dilaksanakan pada Mei 2012. Ketika menjabat Kabid Dikmen, saya membuat surat fakta intergritas. Saya ingin hasil dari UN, benar-benar murni kemampuan pelajar tanpa bantuan pihak manapun. Supaya kita bisa mengevaluasi kembali. Sekolah mana yang jatuh, atau pelajaran bidang apa saja yang jatuh. Kedepan, kita bisa tingkatkan.
Bagaimana Dengan Siswa Yang Tidak Jatuh Nilainya, Apa Di Biarkan Saja?
He.he.he…, harus semakin ditingkatkan, sebab, kita tidak ingin kecolongan lagi. Jika tahun lalu siswa bisa mendapat nilai rata-rata 7, tahun ini kita harapkan bisa mencapai angka 8, jika perlu lebih. Oleh karena itu kita berharap, Jam belajar malam diaktifkan kembali, guna meningkatkan mutu dan kwalitas siswa. Kami berharap, peran guru maupun Orang tua sangat penting dalam melakukan pengawasan anak-anaknya.
Sekolah Mana Saja Yang Nilainya Jatuh Saat UN 2012?
SMA 1 Negeri Serasan, MAN Negeri Ranai dan SMA Kelarik (Kecamatan Bunguran Utara-red). Hanya tiga sekolah. Di Kecamatan Serasan sampai 29 pelajar tidak lulus. Sekolah lain, hanya satu atau dua pelajar saja.
Apa Penyebab Banyak Pelajar Tidak Lulus UN di Serasan?
Kemungkinan-kemungkinannya banyak. Bisa saja gurunya kurang kompak. Padahal, pada 2011, tidak separah itu jatuhnya. Atau, minat belajar siswa kurang, papar nya, Kita tidak ingin kesalahan ini terjadi lagi.Makanya jam belajar malam sangat penting.
Jadi Kesalahan Berada Ditangan Guru SMA 1 Serasan?
Kemungkinan guru atau kepala sekolahnya. Sebab Kepala sekolah itu ibarat manager, memberi perintah kepada para guru agar fokus memberi pelajaran kepada para muridnya.
Bagaimana Peran Orang Tua Atau Wali ?
Kalau kita bicara secara keseluruhan, peran orang tua atau wali murid juga sangat penting. Yang paling penting, para guru harus membuat terobosan-terobosan, seperti bimbingan belajar atau sebagainya. Supaya para murid mampu menghadapi UN. Dari hasil terobosan, kita bisa lihat, nilainya sudah bagus atau belum.
Dengan Kejadian Kurangnya Kelulusan UN di Serasan, Apa Yang Dilakukan Dinas Pendidikan ?
Setelah kejadian itu, kita panggil pihak sekolah. Kita beri arahan, agar tahun ini tidak terulang lagi. Sesuai dengan keinginan Kadisdik Natuna, Tahun ini kita targetkan 5 besar.
Nilai Kelulusan Natuna Tidak Jatuh Pada 2012, Hanya Rangkingnya Saja ?
Iya. Nilai kelulusan kita pada 2010 sebesar 77,14 persen, 2011 naik menjadi 92 persen, dan 2012 menjadi 95,75 persen. Jelas persentase kita dari tahun ke tahun, naik. Hanya peringkat saja kita kalah dari kabupaten atau kota lain.
Apa Yang Telah Dibuat Dikmen Dalam Menghadapi UN Mendatang ?
Kita membuat surat ke sekolah-sekolah, agar mereka mengadakan terobosan. Bentuknya, bimbingan belajar sore. Dimulai dari Oktober 2012. Pada 2 Februari 2013, semua sekolah harus mengadakan try out. Hasilnya dikirim ke Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Pada 4 Maret 2013, kita pula yang mengadakan try out.
Dinas Pendidikan Melaksanakan Try Out, Dimana?
Disekolah-sekolah. Kita hanya mengirim pengawas silang. Guru SMP mengawas di SMA, dan sebaliknya. Hal itu dilakukan agar tidak ada guru yang bisa membantu siswanya.
Dinas Pendidikan Membuat Try Out, Sama Sistemnya Dengan UN Akan Berlangsung Nanti?
Iya, sama. Satu murid dengan murid lain, berbeda soal ujiannya. Sehingga para murid tidak bisa nyontek atau bekerjasama.
Try Out Dibuat Pihak Sekolah Sama Dengan Dinas Pendidikan Juga?
Saya rasa try out dari sekolah tidak sekeras dari Dinas Pendidikan. Kemungkinan soal ujian dari sekolah sesuai kemampuan muridnya. Sedangkan kita mengadakan try out, bahannya dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Selanjutnya, saya membuat surat ketegasan, bahwa pihak sekolah harus mencapai target kelulusan yang telah ditentukan Dinas Pendidikan. Target kita pada 2013, tingkat kelulusan 98 persen. Kita buat persentase tinggi, karena kelulusan kita peringkat paling terendah pada 2012. Saya rasa target kelulusan UN 98 persen, wajar-wajar saja. Karena, pada 2012, persentase kelulusan kita mencapai 95,75 persen.
Kenapa Tidak Membuat Target 100 Persen?
Awalnya ditarget 100 persen. Hanya banyak pihak mengkritik. Saya dituduh ambisius. Padahal soal UN tidak seperti dulu. Saya pikir-pikir, bisa saja pihak provinsi menargetkan 96 persen. Dengan perhitungan, dari tujuh kabupaten dan kota, harus tercapai 96 persen.
Saat Try Out Dari Dinas Pendidikan, Pihak Sekolah Terutama Para Guru Bekerja Secara Jujur?
Para guru jelas bekerja secara jujur, karena satu murid dengan murid lain, beda soal ujian. Contoh, ujian Bahasa Indonesia, seratus murid try out, bertanda seratus soal ujian berbeda. Mampukah guru membantu dalam waktu sekian menit satu soal sebanyak seratus murid. Itu baru satu soal, bagaimana sampai puluhan soalan. Pasti, para guru tidak mampu membantu.
Hasil Try Out Dari Dinas Pendidikan, Apa Nilainya Mencapai Tingkat Kelulusan UN?
Hasil try out dari Dinas Pendidikan belum masuk keseluruhan, baru 40 persen. Dari 40 persen itu, terus terang, mata pelajaran Fisika, Bahasa Inggris dan Matematika masih dibawah tingkat kelulusan UN. Tapi kita masih diuntungkan, karena pembagian nilai 40-60.
Artinya, nilai dari UN hanya 40 persen. Ujian sekolah 60 persen. Jika nilai UN jatuh, tapi nilai ujian sekolah bagus, bisa tertolong. Contoh, di UN, salah satu murid hanya dapat nilai 3. Ujian sekolah dapat nilai 8. Dilakukan penambahan nilai 3 ditambah 8 menjadi 11, dibagi 2, hasilnya 5,5. Jelas murid itu lulus, hasil UN akhir.
Anda Optimis, Pelajar Natuna Tingkat Kelulusannya 98 persen?
Kita telah bekerja maksimal. Wajar, target kelulusan 98 persen. Kita juga telah membuat surat pemberitahuan kepada pihak sekolah, tiga tahun tingkat kelulusannya tidak maksimal, kita akan mengevaluasi kinerja tenaga pendidik dan tenaga pendidikannya.
Apa Sangsinya?
Bisa teguran tertulis, atau dimutasi. Tergantung permasalahannya. Kecuali, kelulusan jatuh karena kekurangan guru UN, kita maklum.
Soal Jam Belajar Malam, Peran Orang Tua Atau Wali Murid Juga Sangat Diperlukan?
Iya, mereka harus selalu mengawasi, jangan sampai anak-anaknya keluar pada malam hari. Mereka harus terus mendorong anak-anaknya untuk giat belajar.
Kemungkinan Ada Himbauan Kepada Orang Tua Atau Wali Murid ?
Kita menghimbau kepada orang tua atau wali murid tetap konsisten menyuruh anaknya belajar. Anak saya saja, setiap pukul 05.00 pagi, saya bangunkan untuk belajar.***

