Kadis Kesehatan Ingatkan November Awal Semester DBD

kadis-kesehatan-dr-h-sunandar-mm-m-kesBombana, (MR)
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dan KB Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dr.H.Sunandar, MM., M.Kes mengingatkan kepada masyarakat Bombana agar mewaspadai terjadinya serangan penyakit Deman Berdarah Dangue (DBD) yang saat ini telah memasuki masa rawan DBD.

Menurutnya, masa rawan terjadinya DBD berlangsung selama satu semester , yakni sejak bulan November tahun berjalan dan berakhir pada April tahun berikutnya. Di Bombana, kata dia, saat ini telah terjadi serangan DBD. “Harus hati-hati dengan DBD. Sekarang sudah terjadi lima kasus, salah satunya Kepala Dinas Pariwisata (Janariyah, S.Sos., M.Si.red.),” kata Sunandar, Kamis (3/11).

Ditemui di ruang kerjanya, mantan Kepala Puskesmas Poleang ini mengaku khawatir jika DBD semakin mewabah, karena serangannya dapat menyebabkan kematian. “Tentu kita kahawatir, karena ini sangat potensial untuk mengganggu kesehatan masyarakat, dan kalau salah penanganan sangat berpotensi merenggut nyawa,” paparnya.
Sunandar mengingatkan, Tahun 2015 terjadi 256 kasus serangan DBD, meskipun tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, namun ia tetap mengerahkan jajarannya di seluruh Puskesmas untuk giat melakukan sosialisasi untuk mengingatkan agar masyarakat mewaspadai penyakit mematikan ini.”Seluruh Puskesmas diinstruksikan lakukan sosialisasi DBD,” ujarnya.

Hal penting yang harus dilakukan sebagai upaya mencegah DBD, lanjutnya, mas-yarakat harus senantiasa menjaga pola hidup sehat dan bersih serta melakukan 3M Plus, yakni, menutup tempat penyimpanan air, menguras bak air minimal sekali dalam seminggu dan Mengubur wadah yang berpotensi menjadi tempat ber-kembang biaknya jentik-jentik nyamuk aedes aegypti peny-ebab DBD serta membubuhkan Abate ke dalam Bak air.

Pada kesempatan itu, mantan Direktur RSUD Bombana ini juga mengungkapkan, salah satu penyakit yang berhasil dilenyapkan sejak enam tahun lalu di bumi Bombana adalah penyakit Kaki Gajah. “Memang hilang, tidak ada lagi kasus (Penyakit Kaki Gajah, red.) sejak Tahun 2010,” ujarnya.

Atas keberhasilan itu, tambahnya, menjadikan Bombana dianugerahi Sertifikat Eliminasi Vilariasis dari Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diserahkan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, pada acara Bulan Eliminasi Kaki Gajah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (3/10), bersama Kabupaten Kolaka Utara, Kota Bogor dan Kabupaten Kota Waringin Barat. Sertifikat ini diberikan sebagai penghargaan bagi Kabupaten/Kota atas prestasinya yang berhasil memusnahkan penyakit Kaki Gajah di daerahnya. Bombana, (MR)

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dan KB Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dr.H.Sunandar, MM., M.Kes mengingatkan kepada masyarakat Bombana agar mewaspadai terjadinya serangan penyakit Deman Berdarah Dangue (DBD) yang saat ini telah memasuki masa rawan DBD.

Menurutnya, masa rawan terjadinya DBD berlangsung selama satu semester , yakni sejak bulan November tahun berjalan dan berakhir pada April tahun berikutnya. Di Bombana, kata dia, saat ini telah terjadi serangan DBD. “Harus hati-hati dengan DBD. Sekarang sudah terjadi lima kasus, salah satunya Kepala Dinas Pariwisata (Janariyah, S.Sos., M.Si.red.),” kata Sunandar, Kamis (3/11).

Ditemui di ruang kerjanya, mantan Kepala Puskesmas Poleang ini mengaku khawatir jika DBD semakin mewabah, karena serangannya dapat menyebabkan kematian. “Tentu kita kahawatir, karena ini sangat potensial untuk mengganggu kesehatan masyarakat, dan kalau salah penanganan sangat berpotensi merenggut nyawa,” paparnya.
Sunandar mengingatkan, Tahun 2015 terjadi 256 kasus serangan DBD, meskipun tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, namun ia tetap mengerahkan jajarannya di seluruh Puskesmas untuk giat melakukan sosialisasi untuk mengingatkan agar masyarakat mewaspadai penyakit mematikan ini.”Seluruh Puskesmas diinstruksikan lakukan sosialisasi DBD,” ujarnya.

Hal penting yang harus dilakukan sebagai upaya mencegah DBD, lanjutnya, mas-yarakat harus senantiasa menjaga pola hidup sehat dan bersih serta melakukan 3M Plus, yakni, menutup tempat penyimpanan air, menguras bak air minimal sekali dalam seminggu dan Mengubur wadah yang berpotensi menjadi tempat ber-kembang biaknya jentik-jentik nyamuk aedes aegypti peny-ebab DBD serta membubuhkan Abate ke dalam Bak air.

Pada kesempatan itu, mantan Direktur RSUD Bombana ini juga mengungkapkan, salah satu penyakit yang berhasil dilenyapkan sejak enam tahun lalu di bumi Bombana adalah penyakit Kaki Gajah. “Memang hilang, tidak ada lagi kasus (Penyakit Kaki Gajah, red.) sejak Tahun 2010,” ujarnya.

Atas keberhasilan itu, tambahnya, menjadikan Bombana dianugerahi Sertifikat Eliminasi Vilariasis dari Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diserahkan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, pada acara Bulan Eliminasi Kaki Gajah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (3/10), bersama Kabupaten Kolaka Utara, Kota Bogor dan Kabupaten Kota Waringin Barat. Sertifikat ini diberikan sebagai penghargaan bagi Kabupaten/Kota atas prestasinya yang berhasil memusnahkan penyakit Kaki Gajah di daerahnya. >>HT

Related posts