Kades Disepelekan Oleh PT DBU

Aries HB,SE Ketua DPRD Muara Enim.Muara enim, (MR)
Duel Sambiyono selaku Kepala Desa Muara Harapan Kecamatan Muara enim Kabupaten Muara enim disepelekan oleh perusahan PT.Duta Bara Utama ( DBU ). Pasalnya PT.DBU tidak ada permisi atau koordinasi dengan saya selaku Kepala Desa atau perangkat desa kami, mereka sekonyon-konyong langsung memasukan alat beratnya dan mengadakan kegiatan pengupasan lahan warga diwilayah saya, namun lahan tersebut belum dibayar sama sekali oleh PT. DBU, ujarnya.

Lanjut duel, “sebenarnya Lahan yang digusur oleh PT.Duta Bara utama (DBU) tersebut itu ada tiga orang salah satunya atas nama Sudarman, pihak kami selaku pemerintahan desa itu sudah satu kali mengirimkan surat ke PT.DBU untuk mengadakan rapat untuk penyelesaian masalah ini, nah pada saat itu yang menghadiri rapat yakni Bapak Erdan dari PT.DBU, namun pada rapat itu belum ada penyelesaian, alasan PT.DBU surat itu sudah kami kirim ke pusat, tinggal nunggu, lama menunggu keputusan itu akhirnya masyarakat menemui saya lagi mempertanyakan kapan DBU menyelesaikan masalah lahan mereka yang digusur oleh DBU itu, selanjutnya saya sebagai pemerintah mengirim surat yang kedua kalinya namun sampai saat sekarang belum ditangapi oleh PT.DBU, bahkan tidak ada yang datang dari pihak PT.DBU menemui saya, kalau PT.DBU seperti ini saya selaku pemerintah sama sekali tidak dihargai oleh DBU, dan diremekannya, juga disepelekan sekali oleh PT.DBU, saya merasa PT.DBU itu menganggap saya ini apa, ujarnya.

“Jika masalah ini berteleh-teleh maka semuanya ini akan saya serahkan kepada masya rakat, tergantung masyarakatnya mau melapor kemana, dia mau lapor ke polisi silakan, terserah masyarakat saja, yang jelas saya sudah berupaya,” tegas duel.

Pada saat dikonfirmasi ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries.HB,SE mengatakan dengan tegas kepada wartawan, pihak PT.DBU itu harus menyelesaikan semua permasalahan dulu  dengan warga, dan PT.DBU harus ada kontribusinya, jika Ia melintasi jalan pemerintah itu harus ada izin dari Bupati, jika tidak ada kegiatan DBU itu harus dihentikan duluh sebelum masalah itu selesai, baik dengan warga mau pun dengan pemerintah, tegas Aries, kamis, (12/3)diruang kerjanya. Ketika permasalahan ini dikonfirmasikan dengan pihak PT.Duta Bara Utama (DBU), Sabtu, (14/3) pada saat itu yang ada dikantor PT.DBU gang Duren depan Hotel sarah jaya itu ada Bapak Beni salah satu karyawan PT.DBU Ia mengatakan, “Pak Luki lagi di jakarta, ketika dipintak no Hp Pak Luki, Ia jawab tidak boleh diberikan keorang lain, kecuali Luki sendiri yang kasih, itu pesan pak Luki, nanti saya hubungi Pak luki untuk menghubungi bapak,” ujar beni. >>PN

Related posts