Prabumulih (MR)
Jembatan Gantung di Desa Tanjung, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara-enim kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan sudah rusak parah sehingga tidak bisa di lewati lagi oleh warga setempat. Itu terlihat dari sepanjang jembatan yang ter-buat dari besi yang panjang-nya diperkirakan 200 meter, sudah banyak yang keropos dan berkarat sehingga nyaris putus .
Jembatan Gantung yang terbuat dari lempengan besi (plat besi-red) untuk pijakan kaki yang di gunakan untuk menyeberang kedesa sebelah oleh warga sudah banyak yang terjatuh kedalam air sungai Lematang karena kondisi besi sudah berkarat dan keropos sehingga mudah patah, hal ini di ungkapkan oleh salah satu warga Desa Tanjung Iwan (25) Kamis (28/07) .
Menurutnya “ Jembatan Gantung tersebut sudah Tiga tahun mengalami kerusakan dan tidak bisa lagi di fungsikan sebagai mana mestinya, pada-hal jembatan Gantung di Desa Tanjung ini merupakan jemba-tan penghubung antara tiga desa yakni Desa Tanjung, Desa Berugo, dan Desa Desa Teluk Lubuk sebab kedesa ter-sebut di pisahkan oleh Sungai Lematang. jadi untuk memu-dahkan penyeberangan bagi warga kedesa tersebut di ba-ngunlah jembatan Gantung oleh Pemkab Kabupaten Mua-raenim .
Ketua Lsm Perwira Desa Tanjung Umar, Usman saat di kompirmasi mengatakan pem-bangunan jembatan gantung didesa Tanjung ini di mulai pada tahun 2007 dengan mene-lan biaya yang cukup fantastis yakni Rp 1,3 M . dan pada tahun 2008 pembangunan jembatan selesai di bangun dan sudah bisa di fungsikan untuk menyeberang bagi warga.
Namun pada awal januari di tahun 2009 kondisi jembatan mulai mengalami kerusakan parah, sehingga sempat men-dapat biaya tambahan yakni biaya rehab jembatan untuk memperbaiki kondisi jembatan tersebut sebesar Rp 350 Juta, hingga memasuki tahun 2010 jembatan mengalami kerusakan lagi, bahkan lebih parah lagi dari tahun sebelumnya. ujarnya.
Sementara itu Kades Desa Tanjung Syailendra menyebut-kan ditahun 2011 ini rencana-nya akan ada anggaran untuk merehab jembatan tersebut yakni sebesar Rp 50 juta, namun menurut pandangan-nya biaya tersebut tidak sesu-ai untuk memperbaiki kondisi jembatan yang kondisinya sudah rusak parah. Kemung-kinan besar akan kita tolak anggaran itu.
Komentar lainya datang-nya warga setempat yang namanya tidak mau disebut-kan mengatakan dari awal pembangunan jembatan yang di kerjakan pihak pemborong pada tahun 2007 memang tidak beres alias asal jadi dan di duga pembangunan tidak sesuai dengan RAB dan Bistek sebab baru Satu tahu sudah rusak parah. “Sebelum-nya untuk pijakan kaki jem-batan untuk penyeberangan terbuat dari kayu dan besi un-tuk tiang pemancang, untuk pegangngan tangan yang digunakan dari besi sling dari bekas PT Pertamina (Secand red) yang sudah keropos dan karatan, jadi wajar jembatan cepat rusak” padahal dana ang-garanya untuk pembangunan jembatan Rp 1,3 Miliar . (alex)
