Jangan Sampai Dibelokkan

Jakarta (MR)

Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengapresiasi atas upaya pemerintah mendatangkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Namun ia tidak yakin kasus Nazaruddin akan tuntas, meski yang bersangkutan telah tertangkap. Untuk itulah ia meminta publik mewasapadai kasus Nazaruddin agar jangan sampai dibelokkan. “Kita lihat saja nanti, apakah Nazaruddin bebas bicara atau berubah di tengah jalan seperti Gayus Tambunan atau disteril separti Rani,” kata KH Hasyim Muzadi melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa (9/8).

Menurutnya, pandangan masyarakat sekarang sedang tertuju pada kasus Nazaruddin. Keberhasilan aparat penegak hukum membongkar dan menyeret semua nama-nama yang terlibat akan membuat citra pemerintahan SBY membaik di mata rakyat. Sebaliknya, lanjut Hasyim, jika ternyata berhenti di tengah jalan, kasus Nazaruddin bisa memukul pemerintahan SBY. “Kalau Nazaruddin bebas (berbicara), Partai Demokrat akan ada ‘gempa’. Tapi kalau belok di tengah jalan, mungkin sedikit ada yang dikorbankan sebagai kepantasan dan selanjutnya hilang ditelan waktu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum menurun karena banyak kasus di negeri ini yang dibelolakkan atau berhenti di tengah jalan. Ia mencontohkan kasus Gayus Tambunan, urusannya dari pajak pindah ke urusan Paspor. Demikian juga kasus mantan Ketua KPK Antasari pindah ke urusan pembunuhan.

Hasyim menegaskan, banyak kasus hukum di Indonesia tidak jelas ujungnya karena menyangkut kekuasaan. “Penuh trik dan kepalsuan. Demikian urusan kalau menyangkut kekuasaan, menjadi penuh misteri dan siasat. Mereka lupa bahwa Allah Maha Mengatur Siasat,” tandasnya. (Syarif)

Related posts