Kediri, (MR) – SMPN 3 Plosoklaten Kabupaten Kediri menggelar kegiatan P5 suara Demokrasi, kali ini bertujuan memberi pemahaman mendalam kepada siswa-siswinya mengenai Demokrasi. Pengertian Pemilu, Politik menjadi hal utama bagi semua pihak tentunya juga para generasi-generasi penerus untuk memahami hak kedaulatanya dalam bicara demokrasi. Oleh karena itu para siswa-siswi SMPN 3 Plosoklaten kedepan akan menjadi generasi perubahan dalam kemajuan berdemokrasi di Indonesia, terutama di Kabupaten Kediri .
Sebelumnya tentu mendapat materi tentang toleransi, tata cara pemilu, proses demokrasi yang baik dan benar, juga pengertian masa kampanye, debat visi misi, ini gambaran demokrasi yang sebenarnya di Negara ini. Pendidikan politik termasuk belajar berdemokrasi dikenalkan pada siswa secara praktis dan gaya belajarnya. Situasinya didesain layaknya pemilu, terdapat juga panetia yang mengecek surat suara, berikutnya para siswa menyalurkan hak pilih dengan system voting. Siswa-siswi sangat antusias mengikuti prosesnya lantaran ini merupakan pengalaman baru yang tidak didapatkan di dalam kelas, sehingga mendorong semangat siswa untuk mengikutinya.
Perlu diketahui bahwa Pemilu secara luas merupakan sarana bagi masyarakat untuk ikut menentukan figur dan arah kepemimpinan negara atau daerah dalam periode tertentu. Ketika demokrasi mendapat perhatian yang luas dari masyarakat, oleh karenanya penyelenggaraan pemilu yang demokratis menjadi syarat penting dalam pembentukan kepemimpinan sebuah negara
Kepala Sekolah Suyati sepakat, bahwa materi Pemilu dan Demokrasi di sekolah untuk kegiatan penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dikemas layaknya pemilu, dan diharapkan melalui projek P5 ini anak-anak akan mendapat pemahaman yang lebih mendalam tentang bersuara secara demokrasi yang akhirnya akan menjadi generasi penerus yang paham, sekaligus berperan aktif di masa depan. Sehingga nanti jadi bekal dalam pemilihan-pemilihan secara voting di sekolah. “Para siswa SMPN 3 Plosoklaten merupakan pemuda masa kini, oleh karenanya jadilah pemimpin masa depan yang membagakan,”pesannya.
Pada simulasi pemilu, ketika adegan pemilu sudah dilaksanakan, para siswa juga harus memahami peran penting Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengawasi pemilu dan mengetahui berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi selam proses Pemilu. Sehingga dari pengalaman ini ketika ada kegiatan seperti dalam pelaksanaan pemilihan di sekolah, jika dilangsungkan secara demokratis dalam memilih demi keberlangsungan jalannya akan menjadi lebih bagus.(Ag).
