Ciamis (MR)
Dalam Rangka Hari Ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Ciamis menggelar seminar dengan tema tentang pencegahan dan penanganan pendarahan pasca salin dengan menggunakan Misoprostrol HJ.
Leti selaku Ketua IBI dalam sambutannya mengatakan “Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Bidan memberikan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan dan paripurna, berfokus pada pencegahan, promosi dengan berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat bersama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkannya, kapan dimanapun berada lanjut HJ. Bidan diakui sebagai tenaga propesional yang bertanggung jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan ke gawat darurat.
Bidan sebagai anggota IBI memberikan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier , dalam memberikan pelayanan kebidanan, bidan dituntut untuk tetap menjaga kualitas pelayanan kebidanan, bidan dituntut untuk tetap menjaga kualitas pelayanan dan meningkatkan kemampuan sesuai perkembangan IPTEK.
Pada tahun 2010 di kabupaten Ciamis terjadi 27 kasus kematian Ibu dengan penyebab terbanyak adalah pendarahan yaitu 7 kasus sedangkan pada tahun 2011 sampai bulan mei terdapat 13 kasus kematian Ibu yang salah satunya disebabkan oleh pendarahan pasca salin dengan menggunakan Misoprostrol katanya.
Rahmat Jumawan SKm selaku Kabid Bina Kesehatan Masyarakat (BINKES) menambahkan “dalam rangka upaya penanganan pendarahan pada waktu melahirkan, dengan jumlah anggota IBI sebanyak 559 orang, kita coba ini menyediakan menjadi dua angkatan, diharapkan semua bidan mengikutinya, dengan harapan semua bidan di kabupaten Ciamis tercatat dan bagaimana penanggulangan bagi ibu yang melahirkan supaya tidak terjadi pendarahan pada waktu melahirkan dan juga, mudah-mudahan menambah wawasan, pengetahuan buat bidan khususnya di kabupaten Ciamis, paparnya. (HR)

