Lahat,(MR)
DENGAN menggunakan ban berbagai ukuran dan rakit yang terbuat dari bambu, para peserta lomba rakit tradisional dan beranyutan berusaha menaklukan Sungai Lematang, Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (19/5) untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Lahat ke-143 tahun 2012 ini setidaknya di ikuti 2500 orang peserta. Mereka tak hanya berasal dari wilayah kabupaten Lahat, namun juga sengaja datang dari luar kota.
Lomba Rakit tradisional dan beranyutan, mengambil start di Sungai Lematang yang terletak di Desa Tanjung Mulak Kecamatan Pulau Pinang. Mereka diwajibkan menyusuri sungai sejauh sekitar 10 Km, menuju desa Banjar Negara Kecamatan Kota Lahat. Medan yang harus dilalui cukup terjal, mulai dari melawan derasnya arus air hingga menghindari berbatuan yang tersebar di sepanjang sungai. Karena jumlah peserta cukup banyak, sungai pun berubah bak lautan manusia.
Bagi peserta lomba beranyutan, mereka tidak harus mengeluarkan tenaga cukup banyak. Karena tidak harus secepatnya menuju finis, sebab hadiah dibagikan secara diundi. Jadi mereka hanya cukup menjaga keseimbangan pada ban yang digunakan, agar tidak jatuh kedalam air.
Berbeda dengan peserta lomba rakit, yang dalam satu tim berisi dua orang. Mereka menggunakan bamboo yang disusun dengan tali sebagai alat pertandingan. Mereka juga dilengkapi dengan tongkat, untuk sebagai pengendali laju rakit. Tiap tim di haruskan tiba secepatnya di garis finis, untuk bias menjadi pemenang. Namun hal tersebut tidak mudah, karena jika tudak bias mengendalikan rakit dalam kecepatan tinggi, peserta bisa kehilangan keseimbangan.
Beberapa peserta ada yang terjungkal ke dalam air dan terluka robek, karena tidak bisa mengimbangi kecepatan. Bahkan ada yang tidak bisa melanjutkan pertandingan, karena rakit pecah menabrak batu.
Mereka pun harus rela menyingkir dan pulang tanpa membawa hasil apapun. Karena panitia menyediakan 10 unit sepeda motor sebagai hadiah utama perlombaan. >> Mhammad
