PROGRAM Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) bila dilaksanakan semua pihak maka situasi/kondisi lingkungan baik perumahan, perkantoran, sekolah serta pertokoan, menjadi pendukung aktivitas sosial ekonomi masyarakat di daerah setempat. Namun, Program K3 yang digulirkan Pemerintah dengan dananya bersumber dari APBN, APBD I dan APBD II, tidak sepenuhnya didukung unsur terkait.
Halnya yang terjadi dihalaman depan Kantor Kuwu Desa Bugel, Pustu Bugel dan Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, terlihat kumuh tidak sedap di pandang mata dan mengganggu aktivitas pelayanan umum. Sebab, halaman depan kantor milik Pemerintah tersebut di jadikan tempat penampungan matrial bekas hotmic jalan raya.
Sejumlah warga yang hendak mengurus keperluan baik di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, mereka mengaku terganggu adanya tumpukan matrial bekas hotmic jalan di halaman depan Kantor Pemerintah Desa Bugel, Pustu Bugel, SDN Bugel I, MTs An-Nur dan UPTD Pendidikan Patrol. “Untuk parker motor saja, saya bingung mau di parker dimana, di sana sini terdapat tumpukan matrial bekas hotmic jalan,” cetus seorang warga berpakaian perlente sambil mengaktifkan ponselnya, ketika berpapasan sambil melempar senyum dengan Wartawan Media Rakyat.
Beberapa kalangan menilai Halaman Kantor UPTD Pendidikan Patrol dan Kantor Kuwu Bugel, sebaiknya diciptakan kondisi lingkungan sesuai dengan Program K3 yang di canangkan Pemerintah, sehingga aktivitas pelayanan umum di Dinas Instansi tersebut tidak lagi mengalami hambatan dalam bentuk apapun. Sebab itu, kepada pihak yang merasa memiliki matrial bekas hotmic jalan supaya memindahkan kelokasi yang semestinya, untuk itu Satuan Tugas (Satgas) Muspika Patrol, di minta bertindak tegas menertibkan matrial bekas hotmic jalan, yang selama ini tumpukanya berjejer di depan halaman Instansi Pemerintah. >>Abdullah

