Gubernur Jatim Anjurkan BUMD Bisnis Perdagangan Antar Pulau

Surabaya,(MR)

GUBERNUR Jawa Timur (Jatim), Soekarwo, berharap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jatim bisa melaku-kan bisnis perdagangan antar pulau. Hal ini dianjurkan mengi-ngat saat ini nilai perdagangan antar pulau Jatim cukup tinggi.

“Kini para pengusaha di Jatim ada pekerjaan baru, bikin atase perdagangan di beberapa Provinsi, untuk itu bisnis yang dilakukan BUMD bisa trading, ini tidak biasanya,” tegas Gubernur Soekarwo, saat berbicara dalam Focus Group Discussion Revitalisasi BUMD, di JW.Marriot Surabaya, Senin (5/3).

Di hadapan para Direksi BUMD di Jatim Gubernur meminta BUMD memanfaatkan momen pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur yang hingga kini mencapai 7,22 persen. Jika dilihat dari investasi di Jatim sudah  mencapai angka 71,18 Triliun pada tahun 2011, terdiri dari 26,50 triliun investasi dalam negeri dan 44,68 triliun investasi asing. Sedangkan untuk realisasasi investasi pada tahun 2011 mencapai 110, 47 triliun.  “Sangat logis sekali, sebab ICOR Jatim mencapai 3,2,ini sama dengan Taiwan dan Korea,” ujarnya.

Dalam makalahnya Guber-nur juga menyampaikan bahwa dalam perkembangannya BUMD menghadapi berbagai masalah. Antara lain keterba-tasan dana pemerintah daerah sebagai modal dasar BUMD belum ter-strukturisasi. Selain itu kondisi peralatan dan mesin yang sudah tua dan di atas lima tahun membuat nilai ekonomis-nya sangat rendah, seperti yang dialami oleh PT Panca Wira Usaha Jatim.

Ia menambahkan di beberpa BUMD belum ada standar operasional prosedur sehingga pembinaan BUMD belum optimal serta cara berbisnis tidak fokus. Tidak hanya itu saja menurutnya, berkembangnya BUMD sangat ditentukan oleh kinerja leadership. “Jika ada Direksi yang mengantuk pada jam 11 siang, lebih baik mengun-durkan diri saja jadi Direksi,” sindir Pak De Karwo.

Sementara itu pengamat BUMD, Rohmad Budijanto, menilai kinerja BUMD saat ini masih bisa dibangkitkan lagi dan disejajarkan dengan BUMN. Sebab, target yang diemban BUMD sudah sangat jelas meskipun regulasinya tidak jelas hingga saat ini.

Menurutnya kinerja BUMD saat ini masih sangat kental akan nuansa institusi. Sehingga terkesan hanya mempertahan-kan faktor kepemilikan dan bukan melihat faktor operasio-nal. Rencanannya hasil dari FGD (Fokus Group Discussion) tentang revitalisasi BUMD akan menjadi acuan dalam musya-warah nasional BUMD Se- Indonesia di Jakarta.

Menurut Arif Affandi Direk-tur PT PWU Jatim menjelaskan beberapa kendala yang dialami terkait regulasi BUMD akan menjadi reko-mendasi dalam Munas nanti. >>gc/hs

Related posts