Tanjungpinang,(MR)
HARI marwah rakyat Kepulauan Riau merupakan catatan tersendiri, Sebuah perjalanan yang sangat bersejarah bagi masyarakat Kepulauan Riau dalam memperjuangkan sebuah Provinsi. Dalam memperingati hari marwah yang ke-10 tahun, banyak makna dan arti sebuah perjuangan untuk mencapai satu tujuan menjadikan Kepulauan Riau menjadi sebuah Provinsi. Dalam momen yang sangat berharga ini GM BP3KR mengenang histori beberapa tahun yang silam penuh dengan proses perjuangan yang panjang dan bersejarah bagi masyarakat Kepulauan Riau.
Seluruh pemikiran kekuatan dan kebulatan tekad dalam membentuk Provinsi Kepri telah disatukan sesuai de-ngan visi dan misi yang telah direncanakan sehingga dalam sejarah rakyat Kepri dengan latar belakang beragam bergerak bersama menuju satu titik keberhasilan. Untuk mengingat kembali amal bakti dan jasa para pendiri Provinsi Kepri, Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepri (BP3KR) menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh pendiri dan pejuang pembentukan Provinsi Kepri dari lapisan masyarakat dan tokoh pemuda yang diadakan di Hotel Bintan Permata Beach Resort (BBR) Tanjungpinang selasa lalu.
Dalam kata sambutannya ketua umum BP3KR, Huzrin Hood meminta pemerintah pusat maupun daerah harus bisa mensejahterakan masyarakat Kepri. Tidak hanya dibidang ekonomi dan pembangunan saja, namun dibidang pendidi-kan agama dan dibidang lainnya juga harus diperhatikan dan digalakan agar tercipta ge-nerasi muda yang mempunyai kualitas dan berakhlak mulia.
Sehubungan dengan diperingatinya hari marwah yang ke- 10 ini, Gerakan Muda (GM) BP3KR menuntut 5 poin kepada pemerintah Provinsi Kepri yaitu, diberlakukannya otonomi diwilayah Provinsi Kepri, pembagian migas 80% pemerintah Daerah dan 20% pemerintah Pusat, menuntut kepada Presiden RI agar pulau Berhala tetap menjadi bagian Provinsi Kepri sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA), menuntut kepada pemerintah Kepri membuat perda hukum adat, menuntut agar mengutamakan putra-putra daerah yang berkualitas untuk jabatan-jabatan yang strategis.
Menanggapi tuntutan dari GM BP3KR Nur Syafriadi sebagai ketua DPRD Kepri mengatakan bahwa beliau akan membahas tuntutan dari GM BP3KR bersama anggota DPRD yang ada di Provinsi Kepri, beliau juga menambahkan DPRD Provinsi Kepri akan turut mendukung program yang direncanakan GM BP3KR sejauh mana kegiatan itu bersikap positif yang akan membantu program pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi dalam kebersamaan.
Dihari marwah yang ke-10 ini, Basyaruddin Idris sebagai Ketua GM BP3KR menambahkan agar kita dapat menilai kinerja pemerintah Provinsi Kepri dalam berbagai bidang, terutama dibidang Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi Kerakyatan, Ia juga berharap agar semua masyarakat yang ada di Provinsi Kepri terutama generasi muda penerus dapat merasakan betapa susahnya para pendiri Provinsi Kepri dalam memperjuangkan Kepulauan Riau untuk menjadi Provinsi sendiri, tentunya kita sebagai generasi muda akan terus mendukung demi mewujudkan visi dan misi Provinsi Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang sejahtera, menjelma menjadi masyarakat berakhlak mulia serta mewujudkan pembangunan Kepri yang ramah lingkungan.
Sementara Gubernur Kepri H.M.Sani yang datang terlambat disebabkan adanya acara pelantikan Dewan Hakim yang diadakan di Agro dan peletakkan batu pertama STAI serta mendampingi kedatangan menteri agama RI, Mengatakan bahwa acara yang berlangsung ini sangat baik untuk menambahkan semangat perjuangan serta mengingat para tokoh yang memperjuangkan Provinsi Kepri.
“Kita juga harus intropeksi diri mana yang sudah bagus dan mana yang belum bagus, bila yang kurang bagus maka kita benahi agar menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, dan ini juga merupakan rasa kebersamaan yang selalu harus kita jaga. “Harapan saya sebagai Pemerintah Provinsi Kepri yang mewakili semua masyarakat yang ada, BP3KR dapat menyerap aspirasi masyarakat yang ada, dan dapat menjalankan program yang telah direncanakan secara arif dan bijaksana tentunya. >> Rais/ Ikshan
