Gerhana Bulan Menghilangkan Keangkuhan Hamba Memunculkan Kekaguman Terhadap Allah

Jakarta, (MR) – Pelaksanaan Khutbah Sholat Sunnah Shalat Kusuf (di waktu ada Gerhana Matahari) dan Khusuf (di waktu ada Gerhana Bulan) dilaksanakan dengan Hikmat , yang dilaksana kan pada Rabu 26 Mei 21, padu waktu Badda Magrib 18.15 Wib bertempat di Masjid Arahhimul Muta’Arif bertempat Komplek SDN 01/03 Pagi di jalan Kapuk Raya Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat .

Dalam paparannya
Ir.H. Kartawinata ” juga sebagai Ketua PD Ikadi Jakarta Barat, yang dimanah turut serta sebagai Khotib dalam acara Tersebut , mendampingi ” Achmad Ghozi sebagai Imam dan dalam paparannya,
Ir H. Kartawinata , bertauasiah kepada hadirin jamaah yang hadir dan tuturnya ” Hal yang Berkaitan Dengan Terjadinya Gerhana Pada waktu terjadinya selain Shalat Gerhana DUA RAKA’AT, ada perintah:

“Berkhutbah (seperti khutbah Jum’at, tetapi tidak ada duduk antara dua khutbah, hanya sekali khutbah) setelah shalat dengan memberi nasihat apa yang perlu di waktu itu, menerangkan kekuasaan Allah Azza wa Jalla yang Maha Besar, dan mengingatkan, bahwa gerhana itu terjadinya bukan karena mati atau hidupnya seseorang, melainkan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. yang ditunjukkan kepada kita ” terangnya .

Memperbanyak menyebut asma Allah (bertakbir) dengan mengingat kekuasaan-Nya.

Selalu Berdo’a meminta sekalian apa yang hendak diminta, dan minta ampun dari dosa apyang kita telah perbuat , semoga Allah bisa mengampuni atas dosa dosa ya g kita telah perbuat.

Dan kita semuanya semoga bisa berinfak dan dan Bershadaqah walaupun dimasa pandemi ya g sulit ini dan juga Semua umat muslim yang disayangi oleh Allah agar bisa memerdekakan hamba sahaya, yaitu para anak yatim dan kaum Dhuafa ” ucapnya

Lanjut ” Ir.H.Kartawinata dalam sambutannya sebagai Khotib mengatakan ” Dari Musa Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

« خَسَفَتِ الشَّمْسُ ، فَقَامَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فَزِعًا ، يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ ، فَأَتَى الْمَسْجِدَ ، فَصَلَّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ رَأَيْتُهُ قَطُّ يَفْعَلُهُ وَقَالَ « هَذِهِ الآيَاتُ الَّتِى يُرْسِلُ اللهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللهُ بِهِ عِبَادَهُ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ »

“Telah terjadi gerhana Matahari, (di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka Nabi saw. berdiri dengan terkejut, beliau khawatir terjadi kiamat, lalu beliau menuju masjid,
kemudian beliau shalat dengan berdiri, ruku’, dan sujud yang sangat lama, saya melihat beliau melakukannya, kemudian beliau bersabda:

“Ini adalah tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang Allah tunjukkan bukan dikarenakan kematian seseorang dan hidupnya, tetapi Allah pem peringatkan hamba-hamba-Nya dengannya, maka apabila kalian melihat sesuatu dari itu maka bersegeralah bangun untuk mengingat-Nya, berdo’a kepada-Nya, dan memohon ampun (dari dosa dan kesalahan) kepada-Nya ” tutup Ir.H.Kartawinata.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.