FANTASTIS! POTENSI BUDIDAYA IKAN KERAPU SITUBONDO MENJANJIKAN

Surabaya, (MR)
Pembudidayaan Ikan Kerapu di Kab. Situbondo berpeluang besar dalam pasar Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dalam periode terakhir Permintaan konsumen, baik dari dalam negeri maupun Asia meningkat drastis, sehingga permintaan sebagian tidak terpenuhi dan kuota ikan kerapu tidak mencukupi.

Situbondo di Desa Pasar Putih Kec. Bungatan, salah satu pembudidaya ikan kerapu yang berhasil melakukan pembudidayaan.

Di lokasi tersebut terbentuk kelompok budidaya ikan kerapu dengan di koordinir dan dibawah pembinaan UPT Pengembangan Budidaya Laut (PBL) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur.

Di tempat terpisah, Menurut Ketua asosiasi Kerambah Jaring Apung Pasir Putih Situbondo Agung Subodo beberapa waktu lalu menuturkan, bahwa Permintaan konsumen Dari negara-negara Asia, seperti Malaysia, Singapore dan Taiwan sudah memesan untuk dibeli kepada para pembudidaya kerapu sebanyak minimal 35 ton sekali panen. Tetapi para pembudidaya kewalahan memenuhi syarat konsumen tersebut.

Mendapat permintaan seperti itu para pembudidaya ikan dan masyarakat di Pasir Putih sesungguhnya berbahagia, sebab pemasaran ikan kerapu tidak mengalami kesulitan dan harganya tinggi. “Tapi kami disini tidak mampu, kewalahan melayani,” ujar Agung. Akibatnya hasil panen masih diambil oleh pengepul dari Bali. “Pengusaha dari Bali itu yang membeli. Mungkin dikumpulkan dari daerah-daerah lain hingga jumlahnya melebihi 35 ton,” katanya.
Hasil panen pembudidaya kerapu di Pasir Putih Situbondo hanya berkisar 1 hingga 2 ton untuk masing-masing peternak kerapu. Disana sebenarnya terdapat 6 kelompok peternak kerapu apung, dan sekitar 50 orang secara pribadi peternak. Namun waktu panenan mereka tidak bersamaan, sehingga pedagang dari luar negeri tidak bersedia mengambil, karena terlalu sedikit.

Belum lagi pengusaha lokal seperti pemilik restoran di Surabaya yang selalu indent. “Melayani pembeli dari Surabaya saja sudah kewalahan,” kata Agung Subodo. Ini merupakan sebuah peluang besar untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat.

Kalau yang bagus, modern kerambah jaring apung seperti milik Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, dalam satu unit yang terdiri 12 petak harganya mencapai Rp 400 juta. Sedangkan yang tradisional terbuat dari bambu dan papan harganya Rp 12 juta.

Belum lagi untuk membeli bibit. Harga bibit kerapu rata-rata untuk ukuran 10 cm Rp 8.500,- sedangkan dalam satu unit keramba diperlukan sekitar 2000 bibit. Sehingga untuk modal bibit ikan kerapu diperlukan biaya Rp 17.000.000,-

CARA PEMBUDIDAYAAN KERAPU:
Proses pembudidayaan ikan kerapu di Pasir Putih Situbondo sebenarnya mudah. Masyarakat di daerah tersebut sangat berminat, dan semakin banyak yang bisa. Ini karena Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim melakukan pembinaan dan pelatihan. “Kami memberikan pelatihan khususnya kepada para pemula,” ujar Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim, Dr.Ir. Heru Tjahjono.

Seperti dituturkan oleh Hendi Riyadi, salah satu pekerja pembudidayaan ikan kerapu di Situbondo, ikan kerapu cukup diberi makan dua kali sehari, pagi dan sore. “Makannya dari biji nangka diiris-iris kecil, juga diselingi ikan katek (sejenis ikan kecil),” ujarnya.

Untuk kerambah dilakukan pencucian setiap pagi. Dicuci dengan air bersih, lalu dipasang kembali. Hal ini untuk menghilangkan kotoran dan virus yang menempel. “Begitulah setiap hari hingga sekitar 7 bulan dan siap panen,” katanya.

Untuk satu unit kerambah atau 12 petak, dalam sekali panen menghasilkan sekitar 1 ton ikan kerapu. Harga ikan kerapu bervariasi tergantung jenisnya. Misalnya untuk kerapu jenis santang Rp 90 ribu/kg, kerapu cantik Rp 125 ribu/kg dan kerapu macan Rp 135 ribu/kg. Kendala dalam pemeliharaan ikan kerapu menurut Hendi Riyadi, nyaris tidak ada. Cuma terkadang ada yang mati terkena penyakit, namun hanya satu dua saja. “Biasalah, namanya mahluk hidup ada yang mati, ujarnya sambil tersenyum.

“Selain pelatihan bagi para peternak ikan, kami juga memberikan bantuan peralatan dan pakan, dalam tahun ini Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim membantu sekitar 300 unit mesin pakan ikan. “Sekitar 300-an mesin. Ini memang salah satu konsentrasi kita, program Dinas Perikanan dan Kelautan. Karena pakan itu memang dari seluruh cost production itu hampir 70 %-nya adalah pakan ikan”, jelas ujar Kadis Perikanan dan Kelautan Jatim Dr.Ir. Heru Tjahjono. Sebenarnya pihaknya juga sudah melakukan bantuan bibit ikan dalam berbagai jenis. Bila peternak ikan kerapu di Situbondo mengalami kesulitan bibit, maka pihaknya akan mengupayakan untuk mengatasinya. “Nanti kita koordinasikan dengan masyarakat disana,” ujarnya. >>Fir

Related posts