Fahria Ishak Optimis Angka Kematian Ibu Hamil Malut Berdasarkan Ipkm 2016 Akan Semakin Baik

fahria ishak,skmMaluku Utara, (MR)
Angka kematian ibu hamil terendah berdasarkan IPKM (indeks pembangunan kesehatan masyarakat) untuk Kabupaten Kota dalam wilayah Provinsi Maluku Utara di tempati oleh kota ternate. IPKM ini berdasarkan data Riskesdas tahun 2013.

Hal tersebut diungkapkan kepala bidan kesehatan masyarakat dinas kesehatan Provinsi Maluku Utara, Fahria Ishak, SKM saat diwawancarai media rakyat diruang kerjanya.

Kabupaten Halmahera Utara berada urut ke dua, menyusul Kota Tidore Kepulauan, Haltim, Halbar, Halteng, Morotai, dan Kepulauan Sula. Menurut Fahria IPKM untuk Propinsi Maluku Utara berada pada peringkat ke 28 dari 33 Propinsi. Itun berdasarkan data IPKM tahun 2013. “Maluku Utara masih lebih baik dari Papua, NTT, Maluku dan Kalimantan Selatan. Kita berharap untuk 2016 setalah melakukan Program Revitalisasi untuk kasus ibu hamil peringkat untuk Maluku Utara semakin membaik oleh karena angka kematian ibu hamil, kematian bayi dan gizi buruk ini menjadi indikator atas kasus daerah atau derajat kesehatan” Ungkapnya pada media rakyat.
Pemprov Maluku Utara melalui dinas kesehatan terus mengoptimalkan fungsi dan tugasnya yang meliputi pembinaan SDM, peningkatan kapasitas (Capacity Building), koordinasi dan penguatan antar sektor.

Beberapa item program yang dilaksanakan adalah pertemuan P4K atau program perencanaan kehamilan dan penanganan komplikasi yang melibatkan kepala desa, Bappeda dan BPMD Kabupaten Kota. Selain P4K ada juga kegiatan akselerasi UKS, promosi kesehatan sekolah, kemitraan bidan dan dukun, penanganan kegawatdaruratan, peningkatan kapasitas bidan dokter dalam kegawatdaruratan. >>Ateng

Related posts