Eksploitasi Seksual Anak di Daerah Wisata Mengkhawatirkan

Denpasar,(MR)

EKSPLOITASI dan kekerasan seksual anak di daerah tujuan wisata di beberapa negara ASEAN seperti Thailand dan Kamboja kian mengkhawatirkan. Isu kekerasan seksual terhadap anak itu menjadi bahasan utama dalam pertemuan Konferensi Hukum Asia (Asia Law Conference) ke-25 pada hari kedua, Selasa (20/11), di Nusa Dua, Bali.

Sekretaris Jenderal DPN Persatuan Advokat Indoensia (Peradi) Hasanuddin Nasution mengungkapkan, ada tiga isu penting yang diangkat dalam pertemuan yang dihadiri 400 peserta dari 27 negara di kawasan Asia Pasifik. Isu penting itu menyangkut masalah kejahatan transnasional atau lintas negara yang harus ditangani serius antarnegara, termasuk di kawasan ASEAN.

Ketiga isu serius tersebut menyangkut kejahatan narkoba, korupsi, dan kekerasan seksual anak (wanita). “Tema kekerasan seksual pada anak menjadi persoalan serius di negara-negara tujuan wisata di kawasan ASEAN seperti di Kamboja dan Thailand,” kata Hasanuddin di sela konferensi.

Meskipun tidak spesifik menyoroti Indoensia, Pulau Bali dikenal sebagai gerbang pariwisata Tanah Air. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan di pulau itu juga terjadi kekerasan seskual pada anak.

Hasanuddin mengaku belum memiliki data akurat tentang kemungkinan kekerasan seksual terhadap anak di Pulau Bali. Namun pihaknya melihat kasus yang menjadi perhatian dunia itu sangat rentan terjadi di Bali, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam. >> Nyoman AP

Related posts