Kediri, (MR)Walikota dan DLHKP mengajak warga kota Kediri untuk melakukan aksi “diet” kantong plastik karena sampah plastik saat ini menjadi permasalahan global yang menjadi perhatian nasional, dan Kota Kediri ingin turut berkontribusi mengatasi dengan memulai langkah pengurangan penggunaan kantong plastik.
Menurut Wali Kota, “Kami menyadari kalau harus meninggalkan penggunaan kantong plastik sepenuhnya mungkin masih sulit, dan tidak mungkin juga semua sampah plastik didaur ulang, pengurangan solusinaya. Semua pihak harus berperan aktif dalam mewujudkannya,” jelasnya.
Berdasarkan data sampah plastik Indonesia mencapai 64 ton per tahun. Indonesia juga menduduki nomor dua di dunia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar. Untuk itu DLHKP berharap,warga kota Kediri bisa mengurangi penggunaan plastik secara bertahap, banyak alternatif penggunaan kantong selain plastik, seperti tas kain, keranjang belanja yang bisa dipakai berulang kali, akan tetapi yang terpenting perlu dibangun pola pikir masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan.
Langkah-langkah sudah diberikan maksimal selain sosialisasi Perwali Nomor 35 tahun 2018 tentang Kebijakan dan strategi Kota Kediri dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, juga disosialisasikan.Dalam Perwali nomor 36 tahun 2018 tentang pelayanan penanganan pengaduan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.Dalam perwali tersebut dijelaskan ruang-ruang untuk menyampaikan aspirasi ataupun keluhan.
Selama ini sudah banyak yang diperbuat oleh dinas DLHKP untuk menjadikan Kota Kediri bersih , asri, indah dan bersih, maka dari itu baik penyampaian secara lisan maupun melalui Suara Warga (Surga) dan sosial media tetap akan terus bekerja.
Di tempat terpisah Didik Catur (Kadis) mengungkapkan, “Kami berharap adanya kesadaran warga, mari kita semua memulai dari diri sendiri dan keluarga, minimal mengganti kantong plastik dengan kantong yang lebih ramah lingkungan seperti membawa tas dari rumah saat belanja, biasakan juga anak-anak kita dan kita sendiri membawa wadah minum yang bisa diisi ulang, aksi ini sangat berarti untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan bagi anak cucu kita nanti,” ucapnya.
Kemudian mewajibkan para pengusaha untuk memasang spanduk imbauan di area usahanya yang mengarah pada pengurangan penggunaan kantong plastik dan apabila mendesak warga diimbau untuk mengunakan tas belanja plastik yang mudah terurai dengan standar SNI. Bahkan Surat edaran telah disebarkan ke berbagai instansi pemerintah dan perkantoran di Kota Kediri, dan imbauan itu juga disosialisasikan kepada warga melalui kader-kader PKK tingkat Kelurahan. >>Ags
