Distanhut KKA Tingkatkan Produksi Beras

Anambas,(MR)

GUNA menunjang pening-katan produksi beras di Kabu-paten Kepulauan Anambas (KKA), Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) KKA akan mengadakan optimalisasi lahan padi sawah sebesar 50 Hektar yang berlokasi di Keca-matan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur di tahun 2012 ini.

Program ini dirancang oleh Distanhut KKA mengingat dengan produksi padi yang relatif kecil menjadikan KKA sedikit terancam masalah ketahanan pangan, ditambah dengan kondisi geografis dan cuaca di KKA cukup ekstrim yang mengakibatkan sulitnya distribusi pangan pokok yang didatangkan dari luar KKA pada masa-masa tertentu.

“Sampai sekarang kita hanya memiliki produksi padi yang kecil, sementara kebutu-han masyarakat kita besar, sekitar 5 ribu ton per tahun dan 90% kita datangkan dari luar. Bayangkan kalau nanti kita menghadapi musim-musim yang ekstreme, kita akan terancam kekurangan pangan karena sebagian kebutuhan pangan kita diakomodir dari luar ,” papar Asmarullah, Plt. Ka.Distanhut KKA.

Terdorong dengan pemiki-ran tersebut, terciptalah ide untuk memulai pengembangan potensi persawahan KKA yang bisa diaktakan cukup produktif. “Masalah padi kita cukup menjanjika. Padi organic KKA cukup terkenal di luar sana. Jadi mengapa kita tidak coba kem-bangkan sector pertanian mela-lui padi ini untuk mengakomodir kebutuhan kita?” ujar Asma-rullah saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Asmarullah selain dapat meningkatkan produksi beras, yang otomatis akan me-minimalisir angka kekurangan bahan pangan, program ini dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum petani yang ada di KKA.. “Mengoptimalkan penanaman padi akan meningkatkan pro-duksi dan juga akan mening-katkan kesejahteraan petani karena pendapatannya akan mengalami peningkatan,” ujar Asmarullah.

Untuk tahapan awal prog-ram ini, awal April mendatang Distanhut akan megnadakan survey di beebapa lokasi yang berpotensi untuk optimaliasi lahan persawahan. “Kita akan survey dulu. Namanya Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk optimalisasi lahan. Target kita adlaah 1 hamparan saja. Tapi kalau tidak memungkinkan maka akan kita bagi. Dan prog-ram kita ini adlah optimalisasi lahan tidur, bukan cetak sawah,” jelas Asmarullah.

Dalam CPCL tersebut selain untuk mensurvey lokasi, Dis-tanhut juga akan mensurvey petani yang akan menjadi calon penerima bantuan. Dalam CPCL nanti para petani akan diminta komitmen nya untuk mengolah lahan pertanian yang telah di optimalisasi agar dapat berkem-bang dengan lebih maksimal. “Kita tidak hanya survey lahan. Kita survey juga petaninya. Mereka harus komitmen untuk mengelola lahan pertanian tersebut. Tidak ada yang mun-dur ditengah jalan karena alasan tidak sanggup, karena semua akan kita bantu,” papar Asmarullah.

Dalam program ini petani akan mendapatkan 1 paket bantuan lengkap. Tidak hanya bibit saja, tapi Distanhut jga akan memberikan beberapa bantuan yang terangkum dalam 1 paketan program seperti obat-obatan, insectisida, bibit, peng-optimalisasian lahan dan juga bimbingan untuk perawatan tanaman. “Kita tidak Cuma kasih bibit terus langsung suruh petani tanam. Proyek ini 1 paket, kita berikan bimbingan, kita kasih insectisida, kita opti-malisasi lahannya. Jadi assaran kita jelas dan optimal,” pungkas Asmarullah.>> Eichiro/ Edo

 

Related posts