Anambas,(MR)
DALAM rangka peningkatan produksi pangan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) memaksimalkan 50 Hektar lahan tidur untuk mencetak sawah.
Tahapan pertama, Distanhut KKA melaksanakan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) dari CPCL ditentukan 56 nama petani yang terdiri dari 2 kelompok tani dan50 Ha lahan yang terbagi dalam 2 lokasi yang akan di maksimalkan. “Kita sudah laksanakan CPCL. Kita sudah tentukan siapa petaninya dan kita juga sudah tentukan 50 Ha lahan yang akan digarap oleh patani-petani pilihan tersebut. Jadi nanti rata-rata petani menerima 8000 M persegi lahan,” papar Kabid Ketahanan Pangan Distanhut KKA, Zarrin Mastur saat ditemui di Kantor Distanhut KKA.
Karena program ini membutuhkan beberapa tahapan proses yang tidak sebentar, maka pada saat CPCL Distanhut menuntut komitmen tiap petani yang dipilih. “Kita juga ada kesepakatan dengan kelompok dan mereka dituntut bersedia melaksanakan kegiatan ini sampai tuntas. Mulai dari pembukaan lahannya, penanaman dan pemeliharaan sampai nanti mereka menikmati sendiri hasilnya ketika memanen,” papar Zarrin.
Proses pengukuran lahan yang akan dimaksimalkan. Sudah ada 35 Ha lahan yang sudah di ukur dan siap dibagikan kepada calon petani penggarap. “ Sekarang kita sudah ukur sekitar 35 Ha lahan yang mau dibagikan. Karena nama petani sudah ada kita juga sudah bagikan lokasi-lokasi nya kepada petani-petani tersebut. Tinggal 15 Ha yang masih dalam proses pengukuran,” pungkas Zarrin.
Distanhut juga membantu peralatan kepada para petani tersebut, seperti cangkul, garpu, penyemprot hama dan parang sudah disediakan, “Kita tidak hanya bantu lahan. Bagaimana mereka mau menggarap kalau cuma dikasih lahan. Jadi ada beberapa item peralatan yang kita bantu, terutama yang memang sangat penting. Sudah ada, tinggal kita distribusikan saja,” kata Zarrin.
Distanhut lebih memilih untuk mengembangkan padi Varietas Pera. yang merupakan padi dengan kadar Amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. “Kita pilih padi Pera. Soalnya kalau padi pulen kurang diminati masyarakat kita. Jadi padi Pera yang tidak lengket ini lebih cocok untuk dikembangkan karena lebih sesuai dengan lidah orang kita,” Untuk penentuan varietas sendiri, Zarrin mengatakan Distanhut akan perkoordinasi langsung dengan Badan Pengkajian Teknologi Pertaian (BPTP) yang ada di Pekanbaru untuk memilih varietas mana yang cocok dikembangkan di KKA. “Untuk varietas unggul yang akan di tanam kita akan coba berkoordinasi dengan BPTP. Jadi kita tidak sembarangan pilih, tapi yang benar-benar cocok di tanam di Anambas,” tegas Zarrin.
Distanhut juga menyediakan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di lokasi pertanian. “Kita juga sediakan PPL. Supaya kalau ada kesulitan petani bisa bertanya. Nanti juga paling tidak sebulan sekali aka nada pertemuan antara PPL dengan petani untuk membahas kendala yang ditemukan saat proses pengerjaan dilaksanakan,” Kata Zarrin.
Program ini diharapkan bisa menjadi langkah awal yang efektif untuk KKA memulai memenuhi kebutuhannya sendiri akan pangan pokok. “Kita berharap ini menjadi langkah awal buat kita. mungkin beras-beras yang selama ini masukdari luar bisa kita kurangi. Untuk awal memang 50 Hektar terasa kruang berarti, tapi kedepan kita akan tingkatkan terus sampai akhirnya kita bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok,” harap Zarrin. >> Eichiro/ Edo
