Dinsos Anambas Kirim 6 Penderita Sakit Jiwa

Anambas,(MR)
DINAS Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengirimkan 6 orang penderita gangguan jiwa korban pemasugan dan pengurungan ke Rumah Sakit Jiwa Tampan, Pekanbaru baru-baru ini dengan menggunakan Kapal Peli Bukit Raya. Kali ini penderita penyakit jiwa yang dipasung dan dikurung tetap menjadi prioritas Dinsos. Ada beberapa alasan yang mendasar pemilihan prioritas tersebut. Selama ini banyak sekali penderita gangguan jiwa yang diperlakukan sedemikian buruk, sampai-sampai menyerempet isu pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) Terhapat penderita gangguan jiwa. Demi mengurangi angka pelanggaran HAM terhadap Penderita gangguan jiwa tersebut, Dinsos mengupayakan untuk memprioritaskan semua penderita gangguan jiwa yang dipasung dan dikurung untuk dikirim ke RSJ Tampan. “Kalau mereka dikurung dan dipasung begitu kan isunya bisa pelanggaran HAM. Ktia ingin menghilangkan itu dari Anambas ini, jadi kita prioritaskan penderita gangguan jwia yang dikurung dan dipasung untuk dikirim pertama, sampai nanti semuanya habis,” pungkas Linda.
Dengan usahanya itu, Dinsos KKA, khususnya Linda sebagai Kepala dinasnya mendapat apresiasi positif dari kementrian sosial RI sebagai pelopor pemberantas pelanggaran HAM terhadap penderita gangguan jiwa di Indonesia. Hal tersebut tidak disampaikan kementrian dalam bentuk plakat ataupuns ertifikat, akan tetapi lewat lisan. Hal tersebut tentu membanggakan dan menjadi motifasi untuk Dinsos KKA untuk berbuat lebih baik lagi dalam mengurangi permasalahan sosial yang ada di KKA. “Dinsos ini pernah mendapat apresiasi dari Kementrian Sosial RI sebagai pelopor pemberantasan pelanggaran HAM terhadap penderita gangguan jiwa. Apresiasinya secara lisan saja, tapi itu sduah jadi kebanggaan dan motivasi buat kita,”pungkas Linda.
Sebelumnya ke-6 penderita gangguan jiwa ini sudah di titipkan di Puskesmas yang ada di Anambas untuk dirawat sebelum diberangkatkan. Pihak Puskesmas memberikan beberapa perawatan yang memungkinkan pasien dapat diberangkatkan ke Tampan, mulai dari memberikan penenang, ataupun menjaga kondisi fisik agar tetap fit sampai ke Tampan. “Kita titipkan dulu ke Puskesmas. Jadi Puskesmas yang akan control masalah kesehatannya dulu. Kasih obat supaya fit. Kasih penenang biar tidak mengamuk saat pengiriman,” ujar Linda.
Namun demikian pihak Dinsos sendiri juga menyediakan beberapa alternative penanganan untuk mengantisipasi adanya penderita penyakit jiwa yang tiba-tiba mengamuk saat proses pengiriman sedang berlangsung. Diantaranya dengan menyiapkan perangkat borgol untuk meminimalisir gerakan. Tapi secara pribadi Linda berharap hal seperti itu tidak perlu terjadi, sehingga sejak dini dirinya sudah mempersiapkan beberapa langkah persiapan para pengiriman penderita penyakit jiwa ke Tampan. “Kita memang sediakan beberapa alternative penanganan jika tau-tau ada yang ngamuk di kapal. Kita sediakan borgol misalnya. Tapi saya sih berharap jangan lah sampai itu terjadi, makanya dari awal saya sudah siapkan semuanya dengan cermat, supaya semua bisa sampai dengan aman,” pungkas Linda.>> Eichiro/ Edo

Related posts